Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: AI)

Beranda / Ekonomi / IHSG Dibayangi Koreksi Usai Menguat

IHSG Dibayangi Koreksi Usai Menguat

PravadaNews – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menjadi perhatian investor pada perdagangan hari ini.

Setelah berhasil mencatat penguatan signifikan sebesar 1,56 persen dan mengakhiri perdagangan Rabu di level 6.374,91, IHSG kini menghadapi potensi tekanan pada sesi perdagangan berikutnya.

Secara teknikal, pergerakan indeks diproyeksikan berada dalam rentang 6.300 hingga 6.400. Level 6.300 menjadi salah satu titik penting yang perlu dicermati.

Jika IHSG mampu bertahan di atas level tersebut, ruang pergerakan indeks masih berada dalam kisaran yang diproyeksikan.

Namun, apabila menembus ke bawah 6.300, IHSG berpotensi mengalami koreksi lebih lanjut dan kembali menguji area 6.200 hingga 6.270.

Tim Analis Pasar Modal dari Phintraco Sekuritas menyebut, keputusan BI mempertahankan suku bunga di bulan September sesuai perkiraan.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Rabu (23/9/2026), mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen.

“Keputusan tersebut menggarisbawahi kekhawatiran bank sentral mengenai stabilitas rupiah, seiring dengan pergerakan rupiah yang cenderung stabil. Sekaligus tetap menjaga inflasi dalam kisaran target serta mendukung pertumbuhan ekonomi,” sebut Tim Phintraco, Kamis (24/9).

Sebelumnya, Bank Indonesia telah menaikkan BI Rate sebesar total 100 basis poin (BPS) selama bulan Mei dan Juni. Suku bunga telah mencapai level tertinggi sejak April 2025.

Kebijakan suku bunga tinggi sebagai upaya menarik aliran masuk modal asing. Di samping itu untuk memperkuat nilai tukar rupiah.

Sementara itu, pertumbuhan kredit di Indonesia meningkat 13,36 persen secara tahunan pada Agustus 2026.

Perkembangan pertumbuhan kredit bulan Agustus, merupakan laju terkuat sejak Agustus 2014.

Tren pertumbuhan kredit yang positif, menurut Tim Phintraco, didukung oleh optimalisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) BI.

Insentif yang telah disalurkan mencapai Rp461.2 triliun pada awal September.

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), sampai Rabu kemarin masih diwarnai aksi jual saham oleh investor asing. Net sell asing tercatat sebesar 468,26 miliar.

Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BMRI, TLKM, ISAT dan ADRO.

Saham sektor bahan baku (basic material) naik paling kuat sebesar 3,47 persen.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *