Pengamat Pertanian dan Pangan Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori. (Foto: Dok. Pribadi)

Beranda / Ekonomi / Pakar Hitung Stok Beras Premium Bulog Cukup 2 Bulan

Pakar Hitung Stok Beras Premium Bulog Cukup 2 Bulan

PravadaNews – Pasokan beras premium Perum BULOG untuk mengisi keterbatasan stok di ritel modern diperkirakan hanya cukup sekitar dua bulan apabila penyaluran 75 ribu ton per bulan dijalankan penuh, berdasarkan perhitungan Pengamat Pertanian dan Pangan Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori.

Khudori menjelaskan, pemerintah mengandalkan BULOG untuk memasok sekitar 110 ribu ton beras setiap bulan ke jaringan ritel modern yang terdiri atas 75 ribu ton beras premium dan 35 ribu ton beras medium.

Namun, Khudori menghitung stok beras premium BULOG hanya sekitar 160 ribu ton dengan merujuk posisi stok beras yang dikelola BULOG sebanyak 4,72 juta ton dan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekitar 4,56 juta ton per Senin (14/9/2026).

Jumlah tersebut menjadi perhatian karena kebutuhan beras yang beredar di seluruh ritel modern diperkirakan mencapai 120 ribu-135 ribu ton per bulan, sehingga pasokan premium BULOG sebesar 75 ribu ton belum menyamai kebutuhan pasar itu.

“Merujuk data per 14 September 2026 itu berarti stok beras premium BULOG hanya 160 ribu ton. Hanya cukup untuk mengguyur pasar modern sekitar dua bulan, sesuai janji manajemen BULOG. Setelah itu, berasnya dari mana?” tegas Khudori dalam keterangan yang diterima, Rabu (23/9). 

Kesenjangan antara rencana pasokan dan kebutuhan ritel juga membuat Khudori mempertanyakan kemampuan intervensi ini untuk menutup kekurangan beras premium.

Di tengah persoalan tersebut, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat stok CBP yang dikelola BULOG masih sekitar 4,6 juta ton per Jumat (18/9) dan meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan itu mengoptimalkan distribusi beras premium terutama ke ritel modern.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman juga meminta pasokan premium segera diperkuat. 

“Beras premium kami minta Bulog optimalkan men-supply, karena stoknya banyak,” kata Amran dalam keterangan resminya, Sabtu (19/9).

Selain beras premium, pemerintah tengah memproses tambahan alokasi satu juta ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) medium, setelah realisasi penyalurannya hingga Senin (7/9) mencapai sekitar 758 ribu ton atau 91,55% dari target awal.

Pemerintah juga meminta sisa alokasi SPHP sekitar 80 ribu ton diprioritaskan ke pasar rakyat dan ritel modern serta mendorong kerja sama BULOG dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) agar pasokan beras medium maupun premium lebih mudah dijangkau konsumen.

Adapun pantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan (Kemendag) per Kamis (24/9) menunjukkan rata-rata harga beras premium berada di level Rp15.675 per kilogram.

Harga ini masih berada di atas Harga Eceran Tertinggib(HET) beras premium Zona I sebesar Rp14.900 per kilogram.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *