PravadaNews – Harga gabah yang masih tinggi menjadi tantangan bagi Perum Bulog dalam mengamankan pasokan beras premium. Terlebih, perusahaan pelat merah itu mendapat target menyalurkan sebanyak 400.000 ton beras premium hingga akhir tahun 2026.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pihaknya saat ini tengah berupaya semaksimal mungkin mengejar pasokan beras premium. Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan memberdayakan seluruh rekanan Bulog yang tersebar di berbagai daerah.
“Ini lagi dikejar semaksimal mungkin. Makanya kami berdayakan semua rekanan Bulog yang ada di daerah. Nah sekarang kan yang jadi masalah harga gabahnya yang agak tinggi,” ujar Ahmad Rizal saat dikonfirmasi yang dikutip Jumat (25/9/2026).
Upaya mengejar pasokan tersebut dilakukan setelah Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta Bulog menyalurkan sebanyak 400.000 ton beras premium hingga akhir Desember 2026.
Ahmad Rizal tidak menjelaskan secara rinci nominal harga gabah yang tengah dibahasnya itu. Meski menghadapi tantangan harga gabah yang tinggi, Bulog telah mulai menyalurkan sebagian beras premium ke sejumlah wilayah.
Setidaknya, penyaluran tersebut dipastikan telah berjalan di dua daerah, yakni Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Dirut Bulog menyebut penyaluran kemungkinan juga telah dilakukan di Jawa Barat. Namun, dirinya memastikan untuk sementara beras premium sudah digelontorkan ke Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Kalau nggak salah Jawa Timur, kemudian Jawa Tengah, sama Jawa Barat. Pokoknya yang pasti sudah Jawa Timur dengan Jawa Tengah. Yang lainnya belum,” kata Ahmad Rizal.
Sementara itu, Bulog belum merinci jumlah beras premium yang telah disalurkan dari target 400.000 ton hingga akhir Desember tersebut. Data realisasi penyaluran akan disampaikan lebih lanjut.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman meminta Bulog untuk menambahkan stok beras premium hingga 300.000 ton. Sebelumnya, Bulog telah menyalurkan beras premium ke ritel modern sebanyak 110 ribu ton.
Tambahan pasokan tersebut ditujukan untuk menjaga ketersediaan beras premium di ritel modern.
“Sudah kita kirim. Beras aman. Yang mengatakan tidak aman? Ya mungkin afiliasi mafia,” kata Amran di kediamannya, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).
Amran menyebut penambahan pasokan beras dapat dilakukan dalam jumlah besar. Menurut Amran, Kepala Bapanas bahkan telah memerintahkan Bulog menyediakan 300.000 ton bila diperlukan.
“Sudah lah, kalau 200-300 ribu (ton), berasnya banyak. Sebagai kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) memerintahkan Bulog 300 ribu bila perlu, kali tiga,” kata Amran.















