PravadaNews – Konsumsi pangan masyarakat Indonesia mencakup ragam komoditas, mulai dari beras sebagai pangan pokok hingga sumber protein hewani, sayuran, buah-buahan, dan bahan pelengkap lainnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Susenas 2025, rata-rata konsumsi beras lokal/ketan tercatat sebesar 78,52 kilogram per kapita per tahun.
Sementara itu, konsumsi telur ayam ras/kampung mencapai 122,82 butir per kapita per tahun, sedangkan gula pasir sebesar 5,21 kilogram per kapita per tahun.
Selain beras, sejumlah komoditas lain turut menjadi bagian dari konsumsi pangan masyarakat, di antaranya jagung, ikan, udang, daging ayam, daging sapi, tahu, dan tempe.
Pada kelompok sayuran dan buah-buahan, komoditas yang dikonsumsi meliputi bayam, kangkung, kol, wortel, jeruk, pisang, pepaya, mangga, hingga apel.
Data tersebut memberikan gambaran mengenai ragam bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat, baik untuk memenuhi kebutuhan energi maupun menunjang asupan gizi sehari-hari.
Data konsumsi per kapita ini juga dapat menjadi salah satu acuan untuk memahami pola konsumsi pangan nasional.
Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 290 juta jiwa, rata-rata konsumsi setiap komoditas dapat memberikan gambaran mengenai besarnya konsumsi secara agregat.
Meski demikian, angka tersebut merupakan rata-rata konsumsi berdasarkan Susenas 2025, bukan proyeksi kebutuhan pangan nasional secara keseluruhan.
Data ini perlu dibaca sesuai cakupannya sebagai gambaran perilaku konsumsi masyarakat, bukan sebagai ukuran tunggal kebutuhan pangan Indonesia.















