Kenali Manfaat Kacang Hitam dan Cara Mengolahnya. (Foto: Dok. Halodoc)

Beranda / Kesehatan / Kenali Manfaat Kacang Hitam dan Cara Mengolahnya

Kenali Manfaat Kacang Hitam dan Cara Mengolahnya

PravadaNews – Kacang hitam disebut menjadi salah satu pilihan pangan yang dapat dikonsumsi sebagai sumber protein nabati. Tidak hanya protein, kacang hitam juga mengandung serat serta sejumlah zat gizi lain yang dibutuhkan tubuh.

Maka dari itu, Kacang Hitam bisa menjadi sumber gizi yang baik bagi tubuh. Bahkan, dalam mengkonsumsinya, bisa diolah dengan berbagai macam, seperti sup, sayur bening, salad hingga campuran nasi. 

Bahan pangan seperti Kacang Hitam, dapat digunakan untuk menggantikan sebagian daging dalam sejumlah menu makanan. Seperti kacang-kacangan lainnya, kacang hitam mengandung protein nabati dan serat, folat, zat besi, fosfor, serta lemak tak jenuh.

The Nutrition Source dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, yang dikutip oleh Halodoc, merangkum studi yang menunjukkan konsumsi kacang-kacangan sekitar empat kali dalam sepekan dikaitkan dengan risiko penyakit jantung koroner yang 14 persen lebih rendah.

“Konsumsi pulses (kacang-kacangan kering) juga dilaporkan dapat menurunkan kolesterol total sekitar 7 persen dan kolesterol LDL sekitar 6 persen,” tulis pada artikel Halodoc yang dikutip Rabu (30/9/2026).

Selain itu, orang dewasa yang mengonsumsi kacang dilaporkan memiliki risiko 23 persen lebih rendah mengalami peningkatan lingkar pinggang dan 22 persen lebih rendah mengalami obesitas.

Meskipun Kacang hitam dapat menjadi alternatif sumber protein nabati. Namun, dalam mengkonsumsinya tetap perlu disertai variasi lauk-pauk agar kebutuhan gizi harian terpenuhi.

Adapun dalam mengelola Kacang Hitam bisa dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya dalam olahan sup, sayur bening, maupun salad, kacang hitam bisa ditambahkan seperti biasa dalam olahan tersebut.

Begitupula dalam olahan makanan taco, saus pasta atau tumisan, Kacang Hitam bisa digunakan sebagai daging isiannya. Kemudian, bagi yang ingin mengolah kacang hitam menjadi bubur atau campuran nasi, ada baiknya untuk membatasi tambahan gula, santan dan garam.

Sementara jika menggunakan kacang hitam dalam kemasan kaleng, pilih produk dengan kandungan natrium yang rendah. Porsinya juga dapat ditambah secara bertahap agar sistem pencernaan dapat beradaptasi.

Sementara itu, untuk kacang hitam kering juga sebaiknya direndam terlebih dahulu sebelum dimasak untuk membantu mengurangi risiko kembung.

“Rendam kacang hitam kering minimal tiga jam atau semalaman, buang air rendamannya, lalu masak dengan air baru hingga matang. Tambahkan porsinya secara bertahap agar pencernaan beradaptasi,” tulis dalam artikel tersebut.

Meski disebut aman dikonsumsi harian, namun ada saja beberapa orang yang dapat mengalami reaksi tertentu. Gejalanya seperti gatal, bentol, bengkak pada bibir atau wajah hingga sesak napas.

Maka dari itu, bagi warga yang sebelumnya mengkonsumsi kacang hitam, kemudian memiliki gejalanya tersebut, maka perlu diwaspadai karena dapat menandakan reaksi alergi.

Konsultasi dengan dokter juga diperlukan apabila kembung, nyeri perut atau diare terus berulang setelah mengonsumsi kacang.

Orang yang memiliki penyakit ginjal atau sedang menjalani diet khusus juga disarankan berkonsultasi terlebih dahulu sebelum meningkatkan konsumsi kacang hitam dalam jumlah signifikan.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *