Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman. (Foto: Dok. Tangkapan Layar Youtube OJK) 

Beranda / Ekonomi / OJK Soroti Kesiapan Ekosistem Kendaraan Listrik

OJK Soroti Kesiapan Ekosistem Kendaraan Listrik

PravadaNews – Pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik dan hybrid membuka ruang ekspansi bagi perusahaan pembiayaan pada Agustus 2026, meski pembiayaan kendaraan bermotor secara keseluruhan masih melemah.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan kendaraan listrik atau hybrid tumbuh 34,67% secara tahunan menjadi Rp26,20 triliun, sedangkan total pembiayaan kendaraan bermotor turun 0,68% menjadi Rp403,02 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, menyebut kendaraan listrik menjadi salah satu segmen yang terus dikembangkan perusahaan pembiayaan.

“Pembiayaan kendaraan listrik oleh multifinance atau perusahaan pembiayaan terus tumbuh dan menjadi salah satu area ekspansi,” kata Agusman dalam konferensik pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK September 2026, Senin (5/10/2026).

Pertumbuhan itu terjadi ketika piutang perusahaan pembiayaan secara keseluruhan hanya tumbuh 1,68% secara tahunan menjadi Rp514,08 triliun pada Agustus 2026, terutama ditopang pembiayaan modal kerja yang naik 5,4%.

Namun, perluasan pembiayaan kendaraan listrik masih menghadapi sejumlah hal yang perlu diperhatikan seiring perkembangan pasar.

“Dalam pengembangannya, pembiayaan kendaraan listrik tentu perlu memperhatikan berbagai tantangan, antara lain perkembangan pasar serta kesiapan ekosistem pendukungnya,” ujar Agusman.

OJK memperkirakan industri perusahaan pembiayaan tetap tumbuh 2%-4% sampai akhir 2026 di tengah tekanan ekonomi global yang turut memperlambat penjualan kendaraan bermotor dan pembiayaan investasi.

Di tengah kondisi tersebut, pengembangan ekosistem motor listrik juga berlanjut melalui rencana perluasan investasi TVS di Indonesia yang dibahas bersama pemerintah pada Kamis (17/9).

“TVS, yang di mana memang sudah berinvestasi di sini untuk motor, scooters, tiga roda, dan ingin mengembangkan pabriknya lebih luas,” tutur Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani.

Rosan menjelaskan, pengembangan ini juga mencakup kendaraan roda dua berbasis listrik dan etanol dengan melibatkan tim pemerintah terkait.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *