Menteri Perdagangan, Budi Santoso saat ditemui di Kementerian Perdagangan, Jakarta. (Foto: Dok. Nur Aida/PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / Mendag Dorong Kriya RI Berbasis Teknologi

Mendag Dorong Kriya RI Berbasis Teknologi

PravadaNews – Di tengah perubahan lanskap perdagangan global yang semakin dinamis, pelaku usaha kriya Indonesia dituntut untuk tidak hanya mengandalkan kekayaan budaya dan keterampilan tradisional, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Perpaduan kearifan lokal dengan inovasi digital dinilai menjadi langkah strategis untuk menciptakan produk kriya yang lebih kompetitif, relevan dengan kebutuhan pasar, serta mampu menembus pasar internasional.

Menteri Perdagangan Budi Santoso pun mendorong pelaku usaha untuk memadukan warisan budaya Nusantara dengan pemanfaatan teknologi, mulai dari modernisasi pola pikir hingga digitalisasi rantai pasok.

Menurut Budi, kekuatan kriya Indonesia terletak pada kemampuannya menjaga identitas budaya sekaligus mengikuti perkembangan zaman melalui penguatan inovasi dan pemanfaatan teknologi.

Dengan pendekatan tersebut, produk kriya nasional diharapkan tidak hanya memiliki nilai seni dan budaya, tetapi juga nilai tambah ekonomi yang mampu memperluas jangkauan pasar dan memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan perdagangan global.

“Konsumen global kini tidak hanya membeli keindahan visual, tetapi juga menuntut keberlanjutan, ketelusuran bahan baku, dan praktik bisnis yang etis. Pergeseran geopolitik, transisi menuju ekonomi hijau, serta perkembangan teknologi seperti kecerdasan artifisial dan otomatisasi menuntut pelaku usaha kriya untuk terus beradaptasi,” ujar Budi dikutip Jumat (9/10/2026).

Konsumen global kini menuntut aspek keberlanjutan, ketelusuran bahan baku, dan praktik bisnis yang etis dari produk kriya. Perubahan geopolitik, transisi menuju ekonomi hijau, serta perkembangan kecerdasan artifisial dan otomatisasi menuntut pelaku usaha kriya terus beradaptasi.

Produk berbasis kearifan lokal seperti anyaman rotan dan ornamen kayu menjadi bagian dari kekuatan kriya Indonesia. Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui peningkatan kualitas, inovasi, dan kemampuan pelaku usaha memenuhi standar pasar internasional.

Kinerja ekspor kriya dan dekorasi rumah Indonesia tercatat konsisten di atas USD1 miliar sejak 2022. Nilai ekspor komoditas tersebut mencapai USD1,26 miliar pada 2025.

Pada awal 2026, ekspor kriya dan dekorasi rumah telah mencapai USD821 juta atau tumbuh 6,8 persen. Amerika Serikat dan Eropa menjadi pasar utama, sementara penetrasi produk Indonesia di kawasan Asia juga menunjukkan perkembangan positif.

Ekspor ke Thailand tumbuh 81,8 persen, sedangkan Jepang meningkat 28,5 persen. Penetrasi produk kriya Indonesia di kawasan Asia juga menunjukkan perkembangan positif.

Tiga program prioritas tersebut mencakup Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal untuk Global. Inacraft menjadi salah satu wujud konkret pelaksanaan program tersebut.

Budi mengajak peserta Inacraft Vol. 5 2026 melanjutkan promosi produk melalui Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41. TEI berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *