PravadaNews – Kenaikan harga cabai rawit, daging ayam ras, dan beras pada September 2026 lalu membuat Menteri Keuangan Suahasil Nazara mewaspadai pasokan pangan menjelang akhir tahun.
Suahasil meminta instansi terkait memperhatikan ketersediaan pangan di tengah risiko kekeringan akibat El Nino.
“Karena kita akan menuju El Nino, kekeringan, sehingga nanti dampaknya di pangan akan kelihatan,” ungkap Suahasil saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip Minggu (11/10/2026).
Lebih lanjut, Suahasil menilai inflasi nasional sebesar 3,28% secara tahunan pada September 2026 masih terkendali, tapi kenaikan harga pangan tetap perlu diwaspadai.
Perhatian pemerintah terutama tertuju pada cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras yang mengalami kenaikan harga.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), inflasi kelompok harga pangan bergejolak meningkat dari 0,88% pada Agustus menjadi 1,46% pada September 2026 secara bulanan.
Karena itu, Suahasil meminta kementerian dan lembaga terkait memantau produksi serta kebutuhan pangan dalam negeri untuk mencegah kekurangan pasokan.
“Kalau bisa jangan sampai ada kekurangan dan jangan sampai meningkatkan inflasi yang tidak perlu,” tegas Menkeu Suahasil.
Selain menjaga pasokan, Suahasil menekankan pentingnya koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam mengendalikan harga.
Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Kamis (8/10) memproyeksikan surplus produksi beras sebesar 3,56 juta ton dan daging ayam 775 ribu ton sepanjang 2026. Surplus cabai rawit diperkirakan mencapai 638,5 ribu ton.
Meski produksi nasional diperkirakan mencukupi kebutuhan, Bapanas menyiapkan subsidi biaya angkut untuk menyalurkan pangan dari daerah surplus ke wilayah yang mengalami kekurangan pasokan.
“(Untuk) angkutan distribusi, kita bisa subsidi dari Bapanas, supaya penyerapan produksi dari tempat produsen yang lebih, bisa menyebar ke seluruh daerah,” kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Hermawan, usai meninjau pasar di Jakarta pada Jumat (2/10).
Selain subsidi distribusi, Bapanas mencatat pelaksanaan 9.333 kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di 38 provinsi dan 453 kabupaten/kota sepanjang Januari hingga awal Oktober 2026 untuk membantu stabilisasi harga pangan.
Untuk menjaga pasokan cabai rawit, Bapanas telah memfasilitasi distribusi sebanyak 5.590 kilogram dari Sulawesi Selatan ke Jakarta dan Nusa Tenggara Barat. Adapun Bapanas menambah penugasan kepada Bulog untuk menyalurkan 74,18 ribu ton beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).















