Beranda / Nasional / Bima Arya Ungkap Alasan Gubernur Kaltim Diizinkan ke Singapura

Bima Arya Ungkap Alasan Gubernur Kaltim Diizinkan ke Singapura

PravadaNews – Di tengah sorotan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud diketahui berada di Singapura. Di sana, Rudy disebut tengah melakukan keperluan pemeriksaan kesehatan. 

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto mengatakan, perjalanan tersebut telah mendapat izin dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian sebelum berangkat ke Singapura dengan sejumlah catatan.

“Ya, Pak Gubernur Kaltim sudah menyampaikan permohonan izin kepada Pak Mendagri. Ya, karena memang beliau menyampaikan perlu cek kesehatan, ya Pak Mendagri sudah izinkan sebetulnya,” ujar Bima di Jakarta, dikutip Kamis (15/10/2026).

Meski telah mendapatkan izin, Bima menegaskan bahwa terdapat sejumlah catatan yang harus diperhatikan Gubernur Kaltim selama berada di luar negeri. Catatan tersebut mencakup durasi perjalanan yang tidak terlalu lama serta kewajiban untuk segera mengoordinasikan penanganan bencana di daerahnya.

Oleh karena itu, Kemendagri meminta Rudy Mas’ud untuk segera kembali menjalankan tugasnya dan berkonsentrasi pada penanganan bencana.

“Kami minta juga Pak Gubernur untuk langsung kembali bertugas, ya. Konsentrasi pada penanganan bencana,” kata Bima.

Terkait durasi izin perjalanan tersebut, Bima memperkirakan izin yang diberikan berlangsung selama satu hingga dua hari. Namun, dirinya mengaku tidak mengetahui secara pasti tanggal maupun rincian waktu pemberian izin tersebut.

Sementara itu, terkait dengan kabar yang beredar tentang Rudy Mas’ud yang diduga menonton balapan Formula 1 (F1) selama berada di Singapura. Bima mengatakan, Kemendagri belum memantau informasi tersebut.

Meski demikian, Bima menyatakan, pihak Kemendagri dapat mempertimbangkan langkah lebih lanjut apabila terdapat bukti yang menunjukkan aktivitas tersebut.

“Kalau ada buktinya tentu akan ada pertimbangan lebih lanjut lagi, ya. Kalau memang betul. Karena izinnya hanya untuk kesehatan,” jelas Bima.

Bima juga mempersilakan masyarakat, termasuk warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Singapura, untuk melaporkan informasi tersebut kepada Kemendagri apabila memiliki bukti.

“Oh silakan, silakan. Ya, kami akan mempelajari itu. Kalau memang ada buktinya silakan sampaikan ke kami,” katanya.

Lebih lanjut, Bima mengingatkan seluruh kepala daerah agar memahami kondisi masyarakat yang terdampak bencana. Kepala daerah diminta untuk memprioritaskan koordinasi dan tindakan nyata di lapangan serta menghindari pernyataan yang berpotensi memicu polemik.

Menurut Bima, kepala daerah perlu memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat melukai perasaan masyarakat terdampak.

“Fokus saja pada koordinasi aksi di lapangan untuk penanganan bencana. Pahami bahwa warga membutuhkan langkah cepat. Jadi jangan sampai menimbulkan polemik, menguras energi, apalagi menyakiti hati warga,” ucap Bima.

Diketahui, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud kembali ke daerahnya pada Selasa (13/10/2026) setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di Singapura sejak berangkat pada Sabtu (10/10/2026). 

Perjalanannya menjadi sorotan publik setelah foto Rudy di Singapura viral di media sosial, di tengah kondisi Kaltim yang dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *