PravadaNews – Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin menegaskan komitmen menjaga alokasi anggaran pendidikan agar tidak mengalami pemotongan pada APBD 2027. Meski terdapat kebijakan efisiensi anggaran daerah.
ektor pendidikan harus tetap menjadi prioritas. Sebab, berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Ya, kami sudah berkomitmen anggaran pendidikan tidak akan mengalami pemotongan,” ujar Suhud usai menerima audiensi perwakilan Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Sektor pendidikan dan Kesehatan, kata dia, tetap menjadi prioritas. Kedua sektor itu berperan penting memenuhi pelayanan dasar masyarakat.
“Fokus kepada pengembangan SDM. Khususnya pendidikan bagi anak Jakarta,” ucap Suhud.
Komitmen menjaga anggaran pendidikan memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi. Baik di dalam maupun luar negeri. Di antaranya, kerja sama dengan Pemerintah Victoria, Australia. Membuka akses mahasiswa Jakarta ke berbagai perguruan tinggi internasional.
“Kita ingin memberikan kesempatan untuk bisa sekolah lebih luas lagi di luar negeri. Mungkin kerja sama ini bisa kita tindak lanjuti dengan mengirimkan anak-anak ke Victoria, Australia,” jelas Suhud.
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta M. Subki menegaskan hal senada. Sektor pendidikan harus tetap mendapat perhatian utama pada penyusunan kebijakan anggaran daerah.
Komitmen tersebut, kata dia, sejalan dengan arahan Gubernur Pramono Anung. Menempatkan pendidikan sebagai prioritas pembangunan.
“Untuk pendidikan tidak boleh ada pengurangan, tidak boleh ada efisiensi,” ujar Subki.
Subki menilai, peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya dengan mempertahankan program yang telah berjalan.
Pemerintah daerah juga perlu memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan sesuai kebutuhan masa depan.
Menurut Subki, pengembangan pendidikan tinggi harus mampu menghasilkan tenaga profesional. Keahlian untuk mendukung pembangunan Jakarta. Menyiapkan generasi muda menghadapi kebutuhan Jakarta sebagai kota global.
“Ada kedokteran, teknik, tata kota, transportasi, dan lain sebagainya,” ungkap dia.
Komisi E mendukung penjajakan kerja sama dengan institusi pendidikan internasional. Memperluas pilihan pendidikan bagi mahasiswa Jakarta.
“Kita mendapatkan banyak penjelasan dari beberapa perguruan tinggi di Victoria,” tambah Subki.















