Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi, Marsekal TNI Yusuf Jauhari. (Foto: tangkapan layar)

Beranda / Nasional / Prabowo Beri Arahan Khusus Soal Penguatan Industri Pertahanan

Prabowo Beri Arahan Khusus Soal Penguatan Industri Pertahanan

PravadaNews – Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian khusus pada penguatan industri pertahanan nasional.

Usai resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi, Marsekal TNI Yusuf Jauhari mengungkapkan dirinya menerima arahan khusus dari Kepala Negara untuk menjalankan tugas strategis tersebut.

Arahan ini bukan sekadar menyangkut pemenuhan kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan logistik Tentara Nasional Indonesia (TNI), tetapi juga membawa misi besar untuk memperkuat kemandirian pertahanan Indonesia melalui pengembangan industri dalam negeri.

Di tengah tuntutan modernisasi kekuatan militer dan tantangan geopolitik yang terus berkembang, penguatan industri pertahanan diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan pertahanan nasional, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi, membuka peluang usaha, serta mendorong kemajuan teknologi buatan Indonesia.

Dengan mandat tersebut, Yusuf menghadapi tugas penting untuk menyelaraskan kebutuhan pertahanan negara dengan ambisi membangun industri strategis yang lebih mandiri dan berdaya saing.

“Kita mendorong seluruh industri pertahanan untuk berkontribusi dalam memperkuat TNI kita. Dan itu harapannya tidak hanya kekuatan TNI, tapi bagaimana juga ekonomi bergerak,” kata Yusuf dikutip, Jumat (16/10/2026).

Yusuf mengungkapkan, pemerintah telah mempersiapkan sejumlah langkah strategis dalam penguatan industri pertahanan.

Seperti diantaranya yakni dengan pengembangan teknologi dan menggencarkan transfer teknologi.

“Demikian juga teknologi, transfer maupun pemanfaatan teknologi, baik secara pertahanan maupun berkolaborasi dengan kepentingan yang lain,” ujar Yusuf.

Dalam hal ini, Yusuf mengatakan, pegembangan teknologi itu tidak hanya terkait dengan pertahanan, melainkan terhadap sejumlah sektor bidang.

Sehingga diungkapkan Wamenhan, pihaknya siap memperkuat kolaborasi lintas kementerian dalam mewujudkan penguatan industri pertahanan..

“Kita (siap) berkolaborasi dengan kementerian lain. Sehingga apa yang sudah disiapkan oleh tugas-tugas yang kita terima, itu bisa bermanfaat juga atau dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan non-pertahanan,” kata Yusuf.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *