Beranda / Ekonomi / Stok Beras Aman tapi Distribusi Premium Masih Jadi Tantangan

Stok Beras Aman tapi Distribusi Premium Masih Jadi Tantangan

PravadaNews – Harga beras premium di sejumlah pasar Jakarta masih melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) pada Oktober 2026, meskipun pemerintah menyatakan stok beras nasional aman dan terus memperkuat distribusi ke pengecer.

Berdasarkan data Info Pangan Jakarta, harga beras Setra I/Premium di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, tercatat Rp18.500 per kilogram pada Sabtu (17/10/2026) pukul 11.00 WIB. Harga tersebut lebih tinggi Rp3.600 dibandingkan HET beras premium di Jawa sebesar Rp14.900 per kilogram.

Di tengah kondisi itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus memantau harga dan ketersediaan beras untuk memastikan pasokan mencukupi hingga akhir tahun.

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, mengatakan pemerintah memperbarui proyeksi neraca pangan setiap bulan untuk memantau ketersediaan komoditas pangan strategis.

“Sampai akhir tahun 2026 nanti, semua komoditas pangan strategis nasional dari sisi pasokan terpotret aman dan surplus,” ujar Andriko dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (12/10). 

Meski pasokan dinilai mencukupi, Andriko menjelaskan perkembangan harga tetap perlu dipantau secara terpisah karena beras premium masih melampaui batas harga yang ditetapkan pemerintah.

“Tadi sudah juga disampaikan oleh Ibu Kepala BPS, beras premium di semua zona itu harga rata-ratanya lebih tinggi dari HET,” tutur Andriko.

Mengacu pada Keputusan Kepala Bapanas Nomor 299 Tahun 2025 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras, HET premium ditetapkan sebesar Rp14.900 per kilogram di zona I, Rp15.400 di zona II, dan Rp15.800 di zona III. 

Pada pekan pertama Oktober, Andriko mencatat harga premium melampaui HET masing-masing sebesar 3,52%, 8,4%, dan 15,9%.

Sebaliknya, Andriko menyebut harga beras medium di ketiga zona masih terpantau di bawah HET pada awal Oktober berdasarkan laporan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) dan Satgas Pangan. Pemerintah juga memperkuat pengawasan harga serta mutu beras melalui Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) di 13 provinsi.

Untuk menjaga keterjangkauan harga, Bapanas menambah penugasan kepada Perum Bulog melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 74,18 ribu ton beras. Tambahan ini menyusul penyaluran 828 ribu ton yang telah selesai pada Rabu (23/9).

Hingga Rabu (14/10), realisasi tambahan beras SPHP mencapai 52 ribu ton atau 70,19% dari alokasi tersebut. Selain itu, bantuan pangan beras bagi 33,24 juta penerima untuk periode Oktober–Desember masih dalam proses persiapan.

Sementara untuk beras premium, Bapanas melaporkan stok beras komersial Bulog meningkat dari 7,21 ribu ton pada September menjadi 15,88 ribu ton pada hari yang sama. Stok ini turut disiapkan untuk memperkuat pasokan premium ke pasar.

Namun, pemantauan Bapanas bersama Bulog di Pasar Induk Beras Cipinang pada Jumat (2/10) menunjukkan harga premium di tingkat distributor turun dari sekitar Rp15.000 menjadi Rp14.500 per kilogram. Penurunan tersebut belum sepenuhnya diteruskan kepada pengecer.

Selain persoalan harga, Bapanas menemukan pasokan beras premium yang telah sampai di pusat distribusi sejumlah ritel modern belum tersalurkan secara merata ke setiap gerai. Kondisi itu membuat ketersediaan beras berbeda antara satu gerai dan gerai lainnya.

Untuk memperluas pasokan premium, Bulog juga menjalin kerja sama dengan PT Padi Indonesia Maju dari Wilmar Group dalam produksi dan pemasaran beras melalui jaringan ritel modern. 

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menekankan pentingnya kelancaran distribusi agar stok dapat menjangkau masyarakat.

“Kekuatan stok harus diikuti dengan distribusi yang efektif sehingga beras dapat tersedia dalam pilihan medium maupun premium, berkualitas baik, serta dapat dijangkau masyarakat sesuai kebutuhannya,” kata Rizal dalam keterangan resmi, Jumat (2/10).

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *