PravadaNews – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini dibayangi aksi penipuan yang mengincar calon mitra dengan iming-iming percepatan operasional dapur.
Mengatasnamakan Badan Gizi Nasional (BGN), para oknum diduga meminta sejumlah uang kepada calon mitra yang masih menunggu izin pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), bahkan bermodalkan dokumen yang diklaim sebagai surat verifikasi dan validasi untuk meyakinkan korban.
Juru Bicara BGN, Tysa Novenny mengungkapkan, dokumen tersebut digunakan untuk membangun kepercayaan calon mitra agar bersedia menyerahkan uang.
Para pelaku juga mengklaim, dapur yang sedang diproses telah memenuhi persyaratan dan dapat segera menjalankan kegiatan operasional.
“Pelaku mendatangi calon mitra BGN yang menantikan pembukaan dapur SPPG dengan cara membawa surat verifikasi dan validasi. Yang menyatakan korban bisa segera membuka SPPG mereka,” kata Tysa dari unggahan Instagram resmi BGN, dikutip Senin (19/10/2026).
Menurut Tysa, penipuan tersebut memanfaatkan harapan calon mitra agar dapur SPPG miliknya dapat segera beroperasi.
Dokumen yang dibawa pelaku digunakan sebagai alat untuk memperkuat klaim bahwa proses pembukaan dapur bisa dipercepat.
“Mereka (pelaku) juga meminta sejumlah uang tertentu. Oknum tersebut mengklaim bahwa dapur SPPG telah siap untuk beroperasi,” ucap Tysa.
BGN mengingatkan, calon mitra MBG agar tidak langsung mempercayai pihak yang menawarkan layanan percepatan pembukaan dapur SPPG.
Terlebih, apabila penawaran tersebut disertai permintaan transfer uang atau pembayaran tertentu yang mengatasnamakan lembaga.
“BGN tidak pernah meminta pembayaran kepada calon mitra dalam proses pembukaan dapur SPPG. Permintaan uang yang mengatasnamakan percepatan operasional dapur MBG patut dicurigai sebagai indikasi penipuan,” ujar Tysa.
Kemudian, Tysa menjelaskan, prioritas BGN saat ini diarahkan pada pengembangan dapur SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Perhatian khusus, diberikan kepada daerah yang memiliki angka stunting tinggi hingga sangat tinggi.
“Saat ini BGN hanya fokus untuk membuka dapur di wilayah 3T dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi. Kami juga tidak pernah meminta sepeser uang pun kepada calon mitra BGN untuk melakukan proses pembukaan dapur,” kata Tysa.
Penegasan tersebut sekaligus menjadi peringatan bagi calon mitra agar tidak tergiur janji pembukaan dapur secara instan. Setiap informasi mengenai proses kemitraan dan operasional SPPG perlu dipastikan melalui saluran komunikasi resmi BGN.
BGN menyatakan, kasus dugaan penipuan yang mencatut nama lembaga tersebut telah mendapat perhatian aparat berwenang.
Langkah penanganan hukum, dilakukan menyusul munculnya praktik penawaran percepatan pembukaan dapur yang disertai permintaan sejumlah uang.
“Peristiwa penipuan ini pun sudah ditindaklanjuti oleh aparat berwenang,” ucap Tysa.
Dalam unggahan yang sama, BGN turut memperlihatkan dokumentasi yang diduga berkaitan dengan praktik penipuan tersebut.
Foto yang dibagikan menampilkan sejumlah orang mengenakan seragam berwarna biru dengan atribut BGN saat mendatangi sebuah lokasi SPPG.
Namun, penggunaan seragam maupun atribut yang menyerupai identitas lembaga tidak dapat dijadikan satu-satunya bukti bahwa seseorang merupakan petugas resmi.
Calon mitra diminta, tetap perlu memverifikasi identitas dan kewenangan pihak yang datang sebelum menyerahkan dokumen penting.
“Oleh karena itu harus selalu waspada dengan modus penipuan yang mengatasnamakan BGN,” ujar Tysa.















