PravadaNews — Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei mengkritik Jerman dan mitra-mitra Eropanya atas sikap mereka yang tidak bertanggung jawab dan kontradiktif terkait agresi militer AS-Israel terhadap Iran.
Dalam sebuah unggahan di platform X pada Sabtu (24/10/2026) malam, Baqaei menyinggung pernyataan Kanselir Jerman, Friedrich Merz mengenai perang 12 hari yang dilancarkan Israel terhadap Iran pada Juni 2025.
Baqaei juga merujuk pada peringatan Kanselir Jerman tersebut perihal kemungkinan serangan baru AS-Israel terhadap Iran serta eskalasi ketegangan di Asia Barat.
“Juni 2025: Kanselir Jerman Friedrich Merz, saat berbicara mengenai agresi Israel terhadap Iran, mengatakan: Ini adalah pekerjaan kotor yang dilakukan Israel untuk kita semua,” kata Baqaei melansir dari Kantor Berita IRNA, Senin (26/10/2026).
“Oktober 2026: Menteri Luar Negeri Jerman (dan pihak lainnya) memperingatkan agar tidak ada serangan baru terhadap Iran serta menekankan perlunya mencegah eskalasi lebih lanjut,” tulis juru bicara tersebut di X.
Ia kemudian mengutip karya dramawan Jerman Friedrich Schiller, The Maid of Orleans atau Gadis dari Orleans, Babak III, Adegan VI:
“Wahai Akal budi yang luhur, putri terang dari pikiran ilahi, arsitek bijak alam semesta dan pemandu bintang-bintang—siapakah engkau sebenarnya, jika—terikat pada ekor kuda liar kegilaan—engkau justru harus menyaksikan tanpa daya, seraya menjerit, saat diseret bersama penunggang yang mabuk itu menuju jurang kehancuran?”
Komentar Baqaei muncul di tengah laporan bahwa Amerika Serikat dan Israel sedang bersiap untuk melancarkan operasi tempur besar yang baru terhadap Iran. Republik Islam Iran telah menegaskan akan memberikan respons yang lebih kuat dan lebih luas jika serangan militer kembali terjadi.














