PravadaNews – Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi generasi muda untuk menyuarakan harapan terhadap masa depan Indonesia.
Berbagai persoalan bangsa, mulai dari pemberantasan korupsi hingga kemandirian pangan, menjadi perhatian yang dinilai membutuhkan keseriusan pemerintah dan keterlibatan masyarakat.
Salah satunya disampaikan Ade Nia Fitriani (27), perempuan asal Kota Tangerang Selatan (Tangsel), yang menginginkan pemerintah memperkuat upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Menurut Ade, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan tegas terhadap pelaku.
Pemerintah juga perlu memperkuat langkah pencegahan agar kasus serupa tidak terus berulang.
“Menurut saya, pemberantasan korupsi di Indonesia masih perlu terus ditingkatkan. Bukan hanya dengan menindak tegas pelaku korupsi, tetapi juga dengan memperkuat upaya pencegahan agar kasus serupa tidak terus berulang,” ujar Ade kepada PravadaNews di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Ade berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat menjalankan tugasnya secara profesional, sementara penegakan hukum dilakukan secara adil tanpa membedakan latar belakang maupun kedudukan seseorang.
Bagi Ade, upaya memberantas korupsi juga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat penegak hukum.
Generasi muda memiliki peran penting dalam membangun budaya antikorupsi melalui kebiasaan sederhana, seperti bersikap jujur dan tidak menormalisasi kecurangan.
“Di momen Hari Sumpah Pemuda ini, saya berharap generasi muda bisa menjadi generasi yang berintegritas, berani menyuarakan kebenaran, dan ikut membawa perubahan positif bagi Indonesia,” tuturnya.
Selain persoalan korupsi, Ade turut menyoroti pentingnya mewujudkan swasembada pangan sebagai upaya memperkuat kemandirian Indonesia dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurut Ade, Indonesia telah menunjukkan kemajuan dalam upaya mewujudkan swasembada pangan.
Namun, pencapaian tersebut perlu terus diperkuat agar dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Menurut saya, Indonesia sudah menunjukkan kemajuan dalam mewujudkan swasembada pangan, tetapi upaya ini masih perlu terus diperkuat agar bisa berkelanjutan,” ucap Ade.
Ade menilai peningkatan produksi pangan dalam negeri harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kesejahteraan petani.
Dukungan tersebut diperlukan agar petani dapat terus produktif dan mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Selain itu, pemanfaatan teknologi di sektor pertanian dinilai penting untuk meningkatkan hasil produksi sekaligus mendukung keberlanjutan sektor tersebut.
Ade juga berharap semakin banyak anak muda yang tertarik mengenal dan berkontribusi dalam bidang pertanian.
Menurut Ade, keterlibatan generasi muda dapat dimulai dari langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Di antaranya dengan menghargai hasil kerja petani, mendukung produk lokal, serta mengurangi kebiasaan membuang-buang makanan.
Ade berharap berbagai upaya tersebut dapat mendorong Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya dan mengurangi ketergantungan terhadap negara lain.
Momentum Hari Sumpah Pemuda, bagi Ade, menjadi pengingat generasi muda tidak hanya berperan sebagai penerus bangsa, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk ikut mendorong perubahan.
Melalui integritas, kepedulian, dan keterlibatan nyata, anak muda diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik.














