PravadaNews – Ramadan sudah memasuki hari keempat. Pasar-pasar terus ramai diserbu masyarakat. Mereka membeli kebutuhan rumah tangga, seperti belanja sayur, daging sapi, dan daging ayam.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan I Ketut Wirata dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (22/2/2026), mengatakan pihaknya memastikan bahwa ketersediaan komoditas tetap aman.
Kementan, kata Ketut, telah menerjunkan sejumlah tim ke lapangan untuk memantau harga-harga di sejumlah pasar trandisional.
Ketut mengatakan, harga daging sapi, daging ayam, dan telur ayam ras pada Ramadan hari keempat di Pasar Cibitung terpantau stabil.
“Kami bersama Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kedua pasar itu guna memastikan harga dan ketersediaan komoditas itu dalam batas kewajaran,” kata Ketut.
Baca Juga: Kadin Minta Presiden Batalkan Impor Mobil Pick Up
Dalam hasil sidak tidak ditemukan harga komoditas yang alami lonjakan. Ketut mengatakan, harga daging sapi Rp130.000–Rp140.000 per kilogram, daging ayam Rp36.000–Rp40.000 per kilogram, dan telur ayam ras Rp32.000–Rp33.000 per kilogram.
“Secara umum, harga tersebut masih terkendali dan tidak menunjukkan lonjakan signifikan,” tutur Ketut.
Dalam mendukung kelancaran pasokan di wilayah Bekasi, distributor dari Rumah Potong Hewan (RPH) Teluk Pucuk dan Perusahaan Umum Daerah Dharma jaya turut datang ke pasar untuk ketersediaan pasokan guna menjaga stabilitas suplai para pedagang
“Pemerintah memastikan harga tetap dalam kondisi wajar dan tidak terjadi kenaikan yang signifikan,” ucapnya.
Ketut menekankan bahwa Kementan akan melakukan pemantauan setiap saat untuk menjamin kelancaran distribusi pangan. Langkah itu, kata Ketut, bertujuan agar harga pangan asal hewan tetap stabil.
“Begitu pula masyarakat dapat berbelanja dengan tenang serta kebutuhan konsumsi tetap terpenuhi,” pungkas Ketut.















