PravadaNews – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemitraan strategis dalam rangka mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi di berbagai daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai elemen bangsa, mulai dari organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, hingga komunitas berbasis keagamaan. Salah satu mitra yang dinilai berperan penting sejak tahap awal peluncuran program adalah Persatuan Islam (Persis).
Baca juga: Dadan Hindayana: Pembangunan SPPG Persis Jadi Contoh bagi Mitra Lain
Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan, Persis termasuk organisasi yang turut menjadi penyokong dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi pada fase awal implementasi. Dukungan tersebut dinilai signifikan dalam membantu pemerintah memastikan program pemenuhan gizi nasional dapat berjalan tepat sasaran dan menjangkau kelompok penerima manfaat secara lebih luas.
Menurut Dadan, kolaborasi lintas elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan program, mengingat skala pelaksanaan yang besar serta kebutuhan koordinasi di tingkat pusat dan daerah. Dengan melibatkan organisasi seperti Persis yang memiliki jaringan luas hingga ke akar rumput, pelaksanaan program diharapkan semakin efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Komitmen penguatan kemitraan ini sekaligus menegaskan Program Makan Bergizi bukan hanya program pemerintah semata, melainkan gerakan bersama yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh komponen bangsa demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.
“Persis merupakan salah satu penyokong Program Makan Bergizi Gratis per 6 Januari 2025, salah satunya adalah SPPG Persis di Garut. Jadi, Persis ini merupakan pejuang Merah Putih bagi Indonesia,” ungkap Dadan dikutip dari Keterangan tertulis BGN, Selasa (24/2/2026).
Baca juga: Ramai Soal Menu Ramadan, BGN Luruskan Anggaran Program MBG
Tak hanya itu, Dadan pun menyampaikan apresiasi atas kualitas pembangunan dan pengelolaan SPPG Persis yang dinilai sangat baik. Menurutnya, SPPG-SPPG yang dibangun dengan baik seperti yang dilakukan oleh Persis perlu direkomendasikan sebagai contoh bagi mitra-mitra lain dalam membangun SPPG.
Dadan juga menyampaikan kesempatan pembangunan SPPG masih terbuka pada 2026. Memasuki tahun 2027, pembangunan baru tidak lagi dilakukan karena target infrastruktur nasional ditargetkan telah rampung sepenuhnya.
“Jadi, saya sampaikan ke Persis bahwa kesempatan untuk membangun SPPG hanya ada pada 2026. Tahun 2027 sudah tidak ada lagi pembangunan karena seluruhnya sudah selesai,” ujar Dadan.















