PravadaNews – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sepakat dengan pernyataan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta penundaan rencana impor 105 ribu mobil pick up dari India.
Pernyataan Purbaya itu muncul merespon masukan dari sejumlah kalangan termasuk Ketua DPR RI Suami Dasco di tengah polemik rencana impor kendaraan yang digarap oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.
Baca juga: Koalisi Gugat Pasal Umrah Mandiri UU Haji ke MK
Adapun wacana pengadaan mobil buatan India itu rencananya akan digunakan membantu operasional dari program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Pak Dasco ada komentar katanya kemarin, kami ikuti Pak Dasco saja,” kata Purbaya dikutip Rabu (25/2/2026).
Dalam keterangannya, Purbaya menegaskan, pihaknya siap untuk menunda realisasi atas wacana pengadaan mobil tersebut demi mendengarkan masukan dari berbagai pihak.
Selain itu, menurut Purbaya sikap Presiden Prabowo Subianto saat ini juga akan tetap konsisten dan komitmen mendorong penguatan industri dalam negeri.
“Menurut saya, harusnya sih Presiden juga tujuannya adalah menggalakkan industri dalam negeri. Saya pikir Presiden posisinya clear dalam hal ini,” tutur Purbaya.
Sebelumnya, Dasco meminta pemerintah menunda realisasi impor lantaran Presiden tengah melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.
Dasco pun meyakini bahwa Presiden Prabowo akan membahas secara rinci rencana tersebut setibanya di Tanah Air, termasuk meminta kalkulasi kesiapan industri otomotif nasional.
“Sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senin, 23 Februari.
Baca juga: OJK dan BI Luncurkan PIDI untuk Perkuat Talenta Digital Sektor Keuangan
Rencana impor itu mencuat setelah perusahaan otomotif India, Mahindra and Mahindra Ltd., pada 4 Februari 2026 mengumumkan akan menyuplai 35 ribu unit pikap Scorpio ke Indonesia.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, kemudian mengonfirmasi total impor mencapai 105 ribu unit kendaraan. Rinciannya, 35 ribu unit pikap 4×4 dari Mahindra and Mahindra, 35 ribu unit pikap 4×4, serta 35 ribu unit truk roda enam dari Tata Motors.
Rencana mendatangkan ratusan ribu kendaraan buatan India itu telah menuai sorotan lantaran dianggap beririsan dengan agenda pemerintah memperkuat industri otomotif domestik.
Berbagai masukan respon kritik terkait kebijakan impor mobil pick up India tersebut akan berlabuh di keputusan akhir menunggu sikap Presiden. (GIB)















