PravadaNews – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri perayaan Cap Go Meh dan buka puasa bersama di Pancoran Chinatown Point, Glodok, Jakarta Barat, Selasa (3/3). Kegiatan yang digelar bersama Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) itu menjadi puncak rangkaian Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
Sejumlah mantan Gubernur DKI Jakarta tampak hadir, antara lain Sutiyoso, Fauzi Bowo, Anies Baswedan, Teguh Setyabudi, dan Djarot Saiful Hidayat.
Pramono menilai perayaan tersebut mencerminkan budaya Tionghoa yang telah berakulturasi dengan budaya Betawi dan tumbuh baik di Jakarta.
Baca juga: Pemprov DKI Luncurkan Jakarta Ramadan Festival
“Ini menunjukkan bahwa acara kebersamaan yang diadakan Pemprov DKI Jakarta bersama INTI berjalan dengan baik. Kehadiran Bang Foke, Pak Sutiyoso, Mas Anies, Pak Djarot, dan lainnya sangat berarti. Ini menandakan kesinambungan pembangunan di Jakarta berjalan dengan baik,” ujar Pramono dalam keterangan resminya dikutip, Rabu (4/3/2026)
Menurut Pramono, Jakarta merupakan melting pot budaya dan ruang perjumpaan berbagai etnis serta tradisi yang hidup berdampingan. Pramono mengatakan setiap komunitas memberi kontribusi nyata bagi perjalanan dan kemajuan kota.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga mengungkapkan rencana pembangunan Museum Peranakan di Jalan Keadilan. Adapun museum tersebut akan diintegrasikan dengan pengembangan kawasan Glodok-Pancoran yang terhubung dengan proyek MRT fase lanjutan untuk memperkuat kawasan sebagai destinasi wisata budaya.
“Saya ingin menyampaikan bahwa warga Tionghoa telah memberikan kontribusi luar biasa bagi Jakarta. Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun Museum Peranakan di Jalan Keadilan. Mudah-mudahan ini menjadi simbol bagi Jakarta,” tutur Pramono.
Adapun perayaan Cap Go Meh menutup rangkaian Festival Imlek Jakarta 2026 yang berlangsung sejak 13 Februari. Rangkaian kegiatan diisi atraksi budaya seperti tari selendang dendang, barongsai, liong, tanjidor, egrang, ondel-ondel, serta bazar UMKM.
Cap Go Meh yang jatuh pada hari ke-15 setelah Imlek identik dengan lampion dan pertunjukan seni budaya. Tahun Kuda Api yang kini dimasuki dimaknai sebagai simbol energi, keberanian, dan daya juang.
Dalam acara tersebut, Gubernur Pramono juga menerima Rekor MURI atas penerbangan flying drone LED pertama di Indonesia. Selain itu diumumkan pemenang Lomba Dekorasi Imlek 2026 dari kategori kementerian atau lembaga, hotel, gedung perkantoran, hingga pusat perbelanjaan.
Pramono menegaskan, perayaan Cap Go Meh dan buka puasa bersama menjadi bukti keberagaman sebagai kekuatan Jakarta.
“Keberagaman bukan sekadar dirayakan dalam seremoni, tetapi harus dirawat sebagai kekuatan bersama. Dengan semangat Cap Go Meh dan Ramadan, mari kita jaga persatuan dan terus membangun Jakarta,” pungkas Pramono.















