Kepala Terminal Tipe A Mengwi I Dewa Gede Tantara Tesa Putra. (Foto: ANTARA/Rolandus Nampu)

Beranda / Nasional / Terminal Mengwi Libur Operasional saat Hari Raya Nyepi

Terminal Mengwi Libur Operasional saat Hari Raya Nyepi

PravadaNews – Pengelola Terminal Tipe A Mengwi di Kabupaten Badung memutuskan menutup sementara operasional terminal pada saat perayaan Hari Raya Nyepi tahun 2026 sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Catur Brata Penyepian oleh umat Hindu di Bali.

Kebijakan tersebut dilakukan dengan menghentikan seluruh aktivitas layanan transportasi di area terminal selama hari suci berlangsung, sejalan dengan tradisi masyarakat Bali yang menjalankan empat pantangan utama Nyepi, yakni tidak menyalakan api atau cahaya berlebihan, tidak bekerja, tidak bepergian, serta tidak melakukan hiburan.

Penutupan sementara ini juga bertujuan menjaga ketertiban, ketenangan, dan kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan rangkaian Hari Raya Nyepi yang merupakan salah satu perayaan keagamaan terpenting bagi umat Hindu di Pulau Dewata.

Baca juga: 52 Ribu Penumpang Berangkat dari Daop 1

Kepala Terminal Tipe A Mengwi I Dewa Gede Tantara Tesa Putra mengatakan pihaknya telah menyampaikan pemberitahuan kepada seluruh perusahaan otobus terkait penyesuaian jadwal keberangkatan menjelang Nyepi.

Tesa Putra menjelaskan, keberangkatan terakhir bus dari terminal tersebut pada H-1 Nyepi atau Rabu, 18 Maret 2026, dijadwalkan paling lambat pada pukul 17.00 Wita.

Setelah itu, operasional terminal akan ditutup mulai pukul 18.00 Wita pada H-1 Nyepi hingga H+1 Nyepi.

Terminal Tipe A Mengwi baru kembali dibuka pada Jumat (20/3/2026) pukul 06.00 Wita.

Menurut Tantara, penutupan ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan pelaksanaan Hari Raya Nyepi di Bali yang menghentikan seluruh aktivitas masyarakat selama 24 jam.

Tesa Putra menambahkan, pihak terminal juga telah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi kemungkinan penumpang yang belum mendapatkan tiket atau tertinggal keberangkatan.

Terminal telah mengimbau perusahaan otobus agar bertanggung jawab penuh terhadap penumpang yang menggunakan layanan mereka.

“Perusahaan otobus wajib mempertanggungjawabkan penumpang agar tidak ada yang terlantar saat Hari Raya Nyepi,” ujarnya.

Tesa Putra memastikan, perusahaan otobus resmi memiliki mekanisme perlindungan bagi penumpang, termasuk asuransi dan pengaturan penggantian jadwal jika terjadi kendala perjalanan.

Dengan langkah tersebut, pengelola terminal memastikan pelayanan transportasi tetap berjalan tertib sekaligus tidak mengganggu pelaksanaan Hari Raya Nyepi di Bali.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *