Ilustrasi Minyak goreng curah dan kemasan. (Foto: PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / Minyak Goreng Belum Juga Turun

Minyak Goreng Belum Juga Turun

PravadaNews – Kenaikan harga minyak goreng kembali menjadi sorotan masyarakat setelah sejumlah jenis minyak goreng mengalami peningkatan harga di pasaran dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi ini dikeluhkan warga karena kebutuhan pokok tersebut menjadi salah satu komoditas yang paling sering digunakan dalam aktivitas rumah tangga sehari-hari, terutama di tengah tekanan harga bahan pangan lain yang juga belum sepenuhnya stabil.

Baca juga: Ada Apa dengan Harga Minyak Goreng?

Berdasarkan perkembangan harga terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia, dikutip pada Jumat (15/5/2026) pukul pukul 11:48, minyak goreng curah tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,21 persen dengan harga mencapai Rp20.900 per kilogram.

Kenaikan ini dinilai cukup membebani masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan rumah tangga yang selama ini bergantung pada minyak goreng curah karena harganya relatif lebih terjangkau dibandingkan produk kemasan.

Tidak hanya minyak goreng curah, harga minyak goreng kemasan juga mengalami peningkatan. Minyak goreng Kemasan Bermerk 1 tercatat naik sebesar 1,26 persen dan kini berada di angka Rp24.100.

Sementara itu, minyak goreng Kemasan Bermerk 2 juga mengalami kenaikan sebesar 0,22 persen dengan harga mencapai Rp23.050.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terkait stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang meningkatnya aktivitas konsumsi rumah tangga.

Sejumlah warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga pasokan dan mengendalikan harga agar tidak terus mengalami kenaikan di pasar tradisional maupun ritel modern.

Salah satunya ibu rumah tangga yang tinggal di daerah Kebaayoran Lama, Ina mengaku kenaikan harga minyak goreng sangat memberatkan dirinya.

“Iya nih mas, sangat berat. karena kalau mau belanja minyak harus irit-irit, Kata Ina kepada PravadaNews.

Para pedagang mengaku kenaikan harga sudah terjadi secara bertahap dalam beberapa pekan terakhir. Mereka menyebut harga distributor terus bergerak naik sehingga berdampak langsung terhadap harga jual kepada konsumen. Di sisi lain, daya beli masyarakat disebut belum sepenuhnya pulih sehingga kenaikan harga minyak goreng berpotensi memengaruhi tingkat konsumsi rumah tangga.

“Mau naikin harga takut pelanggar beralih ke tempa yang lain. Jadi bingung saya sebagai penjual,” ungkap Tono sambil menjajakan dagangannya.

Fluktuasi harga minyak goreng dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari distribusi, stok bahan baku, hingga kondisi pasar global. Karena itu, diperlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap rantai pasok dan distribusi agar lonjakan harga tidak semakin memberatkan masyarakat.

Masyarakat kini berharap pemerintah dapat memastikan ketersediaan minyak goreng dengan harga yang stabil dan terjangkau, mengingat komoditas tersebut menjadi kebutuhan utama yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *