PravadaNews – PT Pertamina Patra Niaga mengambil langkah antisipatif dengan menambah pasokan sebanyak 131.600 tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi ukuran tiga kilogram guna memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang libur panjang Paskah di Bali.
Penambahan distribusi ini dilakukan seiring meningkatnya aktivitas rumah tangga, sektor pariwisata, serta pelaku usaha mikro yang diperkirakan mengalami kenaikan konsumsi energi selama periode liburan.
Pertamina memastikan tambahan stok tersebut akan disalurkan secara bertahap melalui agen dan pangkalan resmi agar ketersediaan LPG tetap terjaga dan merata di seluruh wilayah.
Baca juga: Pembatasan BBM Subsidi Jalan Keluar Hadapi Krisis Energi
Manager Komunikasi, Relasi dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Ahad Rahedi mengatakan, upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas pasokan energi, sekaligus mengantisipasi potensi kelangkaan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat selama momentum hari besar keagamaan tersebut.
“Pada momen libur panjang ini, produk LPG menjadi primadona yang digunakan dalam aktivitas masyarakat,” kata Rahedi di Denpasar, Bali, Jumat (3/4/2026).
Menurut Rahedi, tambahan pasokan energi itu diperkirakan meningkat sekitar 49 dibandingkan rata-rata konsumsi harian.
Rata-rata konsumsi LPG tiga kilogram subsidi di Bali mencapai sekitar 960 metrik ton per hari.
Sedangkan untuk layanan BBM, pihaknya akan melaksanakan penebalan stok sesuai kebutuhan dan mengecek sarana dan fasilitas di SPBU menyangkut aspek kualitas dan kuantitas BBM.
Meski begitu, Rahedi mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok energi dalam kondisi aman dan tercukupi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tidak membeli berlebihan dan tetap membeli secara bijak sesuai kebutuhan. Jangan mudah terpancing atas informasi yang belum tentu kebenarannya,” kata Rahedi.
Rahedi juga mengajak masyarakat untuk dapat menggunakan LPG sesuai peruntukannya, karena elpiji berbentuk seperti melon itu merupakan produk subsidi yang ditujukan khusus masyarakat miskin.
Ada pun Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) LPG subsidi tiga kilogram mencapai Rp18 ribu per tabung sesuai Surat Keputusan Gubernur Bali Nomor 63 Tahun 2022.
Rahedi mengajak masyarakat untuk membeli elpiji subsidi itu di pangkalan dan agen resmi sesuai HET.
Sementara itu, libur panjang mulai Jumat 3 April hingga akhir pekan pada 5 April 2026 dengan rangkaian hari besar keagamaan yakni Jumat Agung, Malam Paskah dan puncaknya Paskah pada Minggu (5/4).















