PravadaNews – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto mengecam keras insiden ledakan bom di Lebanon yang menewaskan tiga prajurit TNI tergabung dalam pasukan perdamaian atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) PBB.
Adapun selain telah menewaskan prajurit TNI, peristiwa ledakan bom pada akhir Maret lalu itu juga telah menyebabkan sejumlah prajurit TNI lainnya mengalami luka luka.
Terbaru pada Jumat pekan ini tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan permainan PbB kembali menjadi korban ledakan bom di kawasan El Adeisse, Lebanon.
Dalam keteranganya, Prabowo menyatakan aksi ledakan bom yang menewaskan prajurit terbaik bangsa Indonesia itu merupakan tindakan keji yang tidak dapat ditolerir oleh negara.
“Kami saudara sebangsa dan setanah air mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa,” kata Prabowo dalam unggahan di Instagram pribadinya @prabowo dikutip Senin (5/4/2026).
Baca juga : PBB Didesak Investigasi Kasus Prajurit TNI Jadi Korban Ledakan
Di sisi lain, Prabowo juga turut menyampaikan duka cita atas gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon.
Prabowo menuturkan, tiga prajurit TNI yang gugur dan mengalami luka-luka akibat ledakkan bom itu merupakan para pahlawan yang patut dihargai dalam menjalankan tugas mulia perdamaian dunia.
Sementara itu, dalam unggahan di Instagram pribadinya, Prabowo turut menampilkan penghormatan terakhir terhadap peti jenazah tiga prajurit TNI yang telah tewas saat hendak menjalankan tugas misi perdamaian dunia.
Selain itu Prabowo juga nampak menyampaikan belasungkawa ke para keluarga prajurit TNI yang tewas dan mengalami luka-luka saat hendak menjalankan tugas di Lebanon.
“Bangsa Indonesia berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam tiga yang mulia sebagai pasukan perdamaian PBB,” kata Prabowo.
Adapun tiga prajurit yang gugur adalah Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Kepala (Anumerta) Muhammad Nur Ikhwan, dan Kopral Dua (Anumerta) Farizal Rhomadhon.
Prabowo menegaskan, negara akan selalu hadir dalam rangka menghormati jasa para prajurit yang gugur dan luka-luka dalam menjalankan tugas.
Selain itu Prabowo menekankan pengorbanan mereka tidak akan pernah dilupakan dalam menjalani pengabdian kepada bangsa dan negara untuk menjalankan misi perdamaian dunia.
“Negara akan menjaga kehormatan prajurit kita serta memastikan pengorbanan mereka tetap dikenang,” ujarnya.
Prabowo menambahkan, pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat
melanjutkan semangat perjuangan para prajurit menjaga perdamaian dan persatuan bangsa.
“Mari kita lanjutkan semangat dan tekad menjaga perdamaian serta jug tidak memberikan ruang bagi siapapun yang berusaha memecah belah kebersamaan dan kerukunan bangsa,” tutup Prabowo.
Sebelumnya, Prabowo memimpin langsung prosesi pelepasan jenazah ketiga prajurit tersebut di Bandara Soekarno-Hatta. Suasana haru menyelimuti prosesi persemayaman. Tangis keluarga pecah saat peti jenazah disejajarkan.
Sejumlah anggota keluarga tampak memeluk peti jenazah, sementara prajurit lain berusaha menenangkan mereka. Setelah prosesi penghormatan terakhir, jenazah diberangkatkan ke daerah asal masing-masing untuk dimakamkan secara militer.















