PravadaNews – Kementerian Sosial mendorong penguatan gerakan infak pendidikan berbasis gotong royong masyarakat sebagai upaya konkret membantu keluarga prasejahtera keluar dari jerat kemiskinan. Inisiatif ini disebut sejalan dengan semangat program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pendidikan merupakan kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
“Pendidikan adalah jalan memutus mata rantai kemiskinan. Gerakan infak pendidikan merupakan langkah nyata untuk membangun kemandirian bangsa,” kata pria yang akrab disapa Gus Ipul didalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, dikutip Jumat (10/4/2026).
Baca juga : Kemensos Gandeng Pos Berdayakan Bansos
Gerakan tersebut menjadi fokus dalam peluncuran Program NU Peduli Pendidikan oleh PWNU Jawa Tengah yang melibatkan LP Ma’arif NU, LAZISNU, dan Bank Jateng Syariah. Dalam kesempatan itu, Gus Ipul menyoroti kondisi struktural kemiskinan di Indonesia.
Gus Ipul mengungkapkan sekitar 65 persen keluarga tidak mampu berpotensi melahirkan generasi berikutnya dalam kondisi ekonomi serupa. Karena itu, menurut Gus Ipul, bantuan pendidikan tidak cukup hanya berupa beasiswa, tetapi harus disertai pendampingan dan evaluasi berkelanjutan.
“Infak pendidikan pada akhirnya adalah membangun kemandirian. Jika mereka lulus dan ingin ke perguruan tinggi, kita carikan beasiswa. Jika ingin menjadi pekerja terampil, kita fasilitasi pelatihan sesuai kebutuhan industri,” ujar Gus Ipul.
Selain itu, kata Gus Ipil, Kemensos menekankan pentingnya tata kelola dana yang transparan dan akuntabel untuk menjaga kepercayaan publik.
Gus Ipul menilai transparansi menjadi fondasi agar bantuan masyarakat dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.
Gus Ipul juga mengapresiasi kolaborasi LAZISNU Jawa Tengah dengan Bank Jateng Syariah dalam menghadirkan layanan penghimpunan dana digital. Menurut Gus Ipul, kontribusi kecil dari masyarakat dapat memberikan dampak besar jika dikelola secara terbuka.
“Kepercayaan masyarakat hanya akan tumbuh jika dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Dari situ akan lahir loyalitas, rasa memiliki, dan kekuatan bersama,” tandas Gus Ipul.















