PravadaNews – Pemerintah menegaskan tidak ada rencana menarik pasukan TNI dari misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon di Lebanon. Sikap ini disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di tengah perhatian terhadap keamanan pasukan Indonesia di luar negeri.
“Oh, tidak ada untuk ke situ (menarik pasukan TNI dari UNIFIL),” kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta,dikutip Sabtu (11/4/2026).
Baca juga : Istana Minta Kapolri Usut Tuntas Kasus Air Keras Aktivis KontraS
Menurut Teddy, pemerintah memilih mempertahankan keterlibatan dalam misi tersebut sembari melakukan evaluasi secara berkala. Evaluasi dilakukan baik dari sisi internal maupun dalam koordinasi dengan pihak internasional.
Teddy menambahkan, kebijakan tersebut sejalan dengan sikap yang telah disampaikan Agus Subiyanto selaku Panglima TNI dan Menteri Luar Negeri Sugiono, yang menekankan pentingnya peran aktif Indonesia dalam misi global.
Dalam penjelasannya, Teddy menautkan keputusan ini dengan amanat konstitusi, khususnya peran Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
“Jadi, saya rasa itu sudah sangat tegas disampaikan bahwa sesuai Undang-Undang pembukaan alinea empat, menertibkan ketertiban dunia. Jadi, kita mengirim pasukan di sana untuk menjaga perdamaian,” ujar Teddy.















