PravadaNews – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei mengatakan, delegasi Iran di Islamabad telah secara resmi menyampaikan syarat-syarat Teheran dalam proposal 10 poinnya kepada Pakistan, yang menjadi mediator dalam pembicaraan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.
Baghaei, yang berada di Islamabad sebagai bagian dari tim negosiasi Iran, mengatakan kepada wartawan bahwa Iran telah menjelaskan sejak awal bahwa gencatan senjata harus nyata dan diimplementasikan dalam arti sebenarnya.
Baghaei mengatakan diskusi antara pihak Iran dan Pakistan berlangsung sekitar 2 hingga 2,5 jam.
Pertimbangan, pandangan, dan tuntutan Iran, berdasarkan paket proposal 10 poin yang sama, telah disampaikan kepada pihak Pakistan, katanya, menambahkan, “Penting bagi kami untuk menyampaikan pandangan negara kami tanpa ambiguitas.”
Baghaei menegaskan kembali bahwa Iran menjalin kontak erat dengan angkatan bersenjata, menekankan tuntutan utama negara itu untuk gencatan senjata yang sejati.
“Sejak awal, kami menekankan bahwa ketika kami mengatakan gencatan senjata, yang kami maksud adalah gencatan senjata total. Kami memantau dengan cermat untuk melihat apakah ada pelanggaran gencatan senjata yang terjadi,” katanya melansir Press TV, Minggu (12/4/2026).
Baca Juga: Iran Waspadai Celah Gencatan Senjata
Ia menambahkan bahwa berdasarkan laporan, “selain jam-jam awal gencatan senjata, yang kami tanggapi dengan tegas, kami belum menerima laporan pelanggaran gencatan senjata terhadap Iran sejak saat itu.”
Kementerian Luar Negeri Iran sedang berhubungan dengan Lebanon untuk memastikan komitmen gencatan senjata dihormati di semua lini, katanya.
“Berdasarkan kesepakatan yang dicapai, penghentian perang di Lebanon adalah bagian dari gencatan senjata. Mediator Pakistan juga telah mengklarifikasi hal ini,” kata Baghaei.
Para pejabat Lebanon yang dekat dengan Hizbullah mengatakan kepada kantor berita Reuters pada hari Jumat bahwa kelompok tersebut mendukung negosiasi yang dimediasi Pakistan, dan mengatakan bahwa itu adalah pendekatan yang tepat daripada serangkaian pembicaraan terpisah di Washington minggu depan.
Delegasi Iran tingkat tinggi berada di ibu kota Pakistan untuk melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat, di tengah peringatan Republik Islam bahwa kegagalan untuk memenuhi prasyarat Teheran akan menyebabkan proses tersebut gagal.
Dipimpin oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf, delegasi yang terdiri dari komite keamanan, politik, militer, ekonomi, dan hukum, tiba di Islamabad pada hari Jumat.














