PravadaNews – Rekaman video seorang driver ojek online (ojol) yang mengaku menjadi korban pembegalan di wilayah Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, viral di media sosial dan menyita perhatian publik.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria mengenakan jaket ojol dan masih memakai helm, tampak panik sambil berbicara melalui telepon genggamnya.
Sambil berjalan mondar-mandir, pria tersebut menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya, mengaku telah menjadi korban aksi kejahatan jalanan. Beredarnya rekaman ini pun langsung memicu kekhawatiran masyarakat terkait keamanan di wilayah tersebut.
Baca juga: 2.311 Obat Keras Diamankan Polisi
“Saya dibegal mas, di Ciangsana. Nggak bisa kerja saya. Kena, dompet, semua. SIM, orang saya naro (simpan,red) dompet di bawah jok, gimana ini mas ya,” kata pria tersebut.
Dalam video tersebut, pria yang mengaku sebagai korban pembegalan itu terus menceritakan detik-detik kejadian yang dialaminya dengan nada panik. Pria itu menggambarkan pelaku membawa senjata tajam berukuran besar yang membuatnya ketakutan dan tidak berdaya saat berhadapan di lokasi kejadian.
“Celuritnya gede banget, ngeri dibacok saya,” ucapnya lagi.
Dalam video viral, pria tersebut juga sempat mengaku menabrakkan diri ke tiang listrik agar motornya tidak dibawa pelaku. Namun pelaku tetap mengambil motor tersebut.
Menanggapi hal itu, pihak kepolisian bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran peristiwa yang diklaim dalam video tersebut serta mengungkap fakta di balik kejadian yang viral tersebut.
Kapolsek Gunung Putri Kompol Aulia Robby Aulia Putra mengatakan, korban sudah membuat laporan polisi. Pihaknya kini tengah menyelidiki kasus tersebut.
“Korban sudah membuat laporan, kita masih penyelidikan. Pelapor saat itu akan berangkat bekerja di daerah Bekasi. Beliau satpam di pabrik wilayah Bekasi,” kata Robby dikutip Senin (13/4/2026).
Robby menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi ketika korban dalam perjalanan menuju tempat kerjanya di Bekasi pada Sabtu (11/4) dini hari. Di lokasi, pelaku memepet dan meminta korban berhenti sambil menodongkan celurit.
“Setiba di lokasi kejadian, tiba-tiba pelapor dipepet dan diberhentikan oleh dua orang pelaku, yang mengendarai sepeda motor honda vario. Saat itu pelaku menodongkan senjata tajam jenis celurit ke arah tubuh pelapor,” kata Robby.
Korban yang tidak berani melakukan perlawanan, kemudian menghentikan laju motor dan menyerahkannya kepada pelaku. Saat itu pelaku langsung melarikan diri.
“Kemudian akhirnya pelapor menghentikan laju motornya dan memberikan motor serta kunci kontaknya kepada para pelaku. Pelaku melarikan diri ke arah Bojong Kulur dan meninggalkan pelapor di lokasi kejadian,” kata Robby.















