Ilustrasi tukang gorengan. (Foto: PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / Kabar Baik! Minyak Goreng Mulai Turun

Kabar Baik! Minyak Goreng Mulai Turun

PravadaNews – Kabar baik datang bagi masyarakat Indonesia, khususnya para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner.

Pasalnya, Harga minyak goreng yang sempat mengalami fluktuasi dalam beberapa waktu terakhir kini mulai menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan. Penurunan ini terjadi pada berbagai jenis minyak goreng, baik curah maupun kemasan bermerek.

Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia, dikutip pada Rabu (15/4/2026) pukul 10:19 WIB, harga minyak goreng curah tercatat mengalami penurunan sebesar 6 persen. Saat ini, harga minyak goreng curah berada di kisaran Rp18.800 per liter.

Penurunan ini disambut dengan antusias oleh masyarakat, mengingat minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya minyak goreng curah, harga minyak goreng kemasan bermerek juga mengalami penurunan. Untuk minyak goreng kemasan bermerk I, harga turun sebesar 4,74 persen, sehingga kini berada di angka Rp22.100 per liter.

Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerk II turut mengalami penurunan sebesar 4,27 persen, dengan harga terbaru mencapai Rp21.300 per liter.

Baca juga: Harga Minyak Naik Tukang Goreng Resah

Penurunan harga ini dinilai memberikan angin segar bagi masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan. Para pedagang makanan, seperti penjual gorengan, warung makan, hingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), menjadi pihak yang paling merasakan dampak positif dari turunnya harga minyak goreng ini.

Seorang pedagang gorengan di kawasan pasar tradisional Tanah Kusir II, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yakni Budi mengaku merasa sangat terbantu dengan turunnya harga minyak goreng. Menurutnya, sebelumnya harga minyak yang tinggi membuat biaya produksi meningkat sehingga keuntungan menjadi menurun.

“Dengan adanya penurunan harga ini, saya berharap usahanya dapat kembali stabil,” ujar Budi kepada PravadaNews.

Di sisi lain, para pengamat ekonomi menilai penurunan harga minyak goreng ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya stabilnya harga bahan baku kelapa sawit, peningkatan distribusi, serta kebijakan pemerintah yang terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan di pasar.

Selain itu, kondisi pasar global yang mulai membaik juga turut memberikan dampak terhadap harga komoditas tersebut.

Pemerintah sendiri terus memantau perkembangan harga minyak goreng di pasaran agar tetap terkendali dan terjangkau oleh masyarakat.

Upaya pengawasan distribusi dan stabilisasi harga menjadi langkah penting untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang merugikan konsumen.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Stabilitas harga diharapkan dapat terus terjaga apabila permintaan dan pasokan tetap seimbang.

Dengan adanya tren penurunan ini, harapan besar muncul agar harga minyak goreng dapat terus stabil bahkan semakin terjangkau di masa mendatang.

Hal ini tentu akan berdampak positif tidak hanya bagi konsumen, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi sektor usaha kecil dan menengah di Indonesia.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *