PravadaNews – Bank Indonesia (BI) menyebut Dana Moneter Internasional (IMF) dan sejumlah investor global memberikan apresiasi atas konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi di tengah ketidakpastian global.
Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pitono mengatakan apresiasi itu disampaikan dalam pertemuan antara IMF, pemerintah Indonesia, dan DPR RI pada rangkaian IMF Spring Meetings.
“Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, Indonesia dinilai mampu mengelola keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan secara optimal,” kata Anton dalam keterangan di Jakarta, dikutip Kamis (16/4/2026).
Baca juga : ULN Indonesia Meningkat
Menurut Anton, Managing Director IMF Kristalina Georgieva menilai Indonesia berhasil menjaga kredibilitas kebijakan melalui sinergi fiskal dan moneter yang disiplin, termasuk komitmen mempertahankan defisit anggaran di bawah 3 persen dari produk domestik bruto.
Anton menjelaskan, kinerja ekonomi Indonesia tetap solid ditopang permintaan domestik yang kuat, inflasi yang terkendali, serta pemulihan intermediasi perbankan.
Dalam forum tersebut, kata Anton, BI juga melakukan outreach dengan investor global untuk menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tetap berada pada jalur yang stabil di tengah meningkatnya tekanan eksternal.
Anton menegaskan kebijakan yang ditempuh saat ini bersifat bauran dan terintegrasi, mencakup stabilitas moneter, dukungan makroprudensial pro-pertumbuhan, serta penguatan sistem pembayaran untuk mendukung digitalisasi ekonomi.
“Respons kebijakan yang ditempuh tidak lagi bersifat konvensional, melainkan melalui bauran kebijakan yang terintegrasi dan adaptif,” ujar Anton.
Anton menambahkan, sinergi kebijakan dengan pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal dan realokasi belanja ke sektor produktif turut memperkuat kepercayaan investor terhadap Indonesia.
Dalam jangka menengah, lanjut Anton, Indonesia juga didorong untuk mempercepat transformasi struktural melalui hilirisasi dan pengembangan sektor berbasis teknologi.
“Secara keseluruhan, rangkaian pertemuan ini memperkuat keyakinan investor bahwa Indonesia semakin adaptif dan kredibel dalam menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan berkelanjutan,” pungkas Anton.















