Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi saat sedang memaparkan data perkembangan 'APBN Kita' dalam agenda konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa, (5/4/2026). (Foto : Gibran/PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / Purbaya Bantah Ancaman Resesi 98 Sebut Ekonomi Tumbuh 

Purbaya Bantah Ancaman Resesi 98 Sebut Ekonomi Tumbuh 

PravadaNews – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kondisi perekonomian nasional masih berada di jalur pertumbuhan. Pernyataan itu juga sekaligus untuk menepis berbagai prediksi pesimistis yang sempat mencuat di kalangan ekonom. 

Dalam keteranganya sosok yang akrab disapa Purbaya itu menilai bahwa kinerja ekonomi terbaru justru menunjukkan hasil yang berlawanan dari kekhawatiran tersebut.

“Saya menjalankan perintah Presiden. Dengan capaian yang ada, banyak yang sebelumnya memperkirakan ekonomi akan rusak, tapi ternyata meleset,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat pada Selasa (5/5/2026).

Di sisi lain, Purbaya juga menyoroti sejumlah proyeksi yang menyebut Indonesia akan mengalami resesi bahkan krisis pada rentan tahun 2026 hingga 2029. 

Purbaya menegaskan, prinsipnya Kemenkeu akan terus berupaya untuk bekerja ekstra mensiasati starategi ditengah ketidakpastian situasi geopolitik global agar isu  atau proyeksi isu resesi atau krisis itu tidak terbukti.

“Boro-boro resesi, malah naik. Apalagi krisis,” kata Purbaya.

Meski begitu Purbaya menjelaskan bahwa prinsipnya siklus ekonomi memang terus bergerak secara bertahap. Dalam kondisi normal, pertumbuhan siklus ekonomi juga dapat melambat sebelum akhirnya mengalami kontraksi saat resesi.

Namun, Purbaya juga menekankan bahwa situasi saat ini nampaknya belum mengarah ke fase tersebut.

Purbaya pun turut menanggapi proyeksi dari sejumlah pengamat yang ramai memperbincangkan di media sosial soal membandingkan kondisi ekonomi saat ini dengan krisis 1998. 

Menurut Purbaya perbandingan tersebut tidak didasarkan pada pemahaman data yang memadai khususnya data kongkret di saat tahun 1998 dengan tahun ini.  

“Banyak yang bilang kita menuju 1998, padahal mereka tidak melihat data ekonomi saat itu,” terang Purbaya. 

Purbaya menilai tren pertumbuhan pada kuartal pertama ini menjadi indikasi bahwa reformasi ekonomi yang dilakukan pemerintah mulai menunjukkan dampak positif.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Askolani melaporkan percepatan transfer ke daerah hingga April mencapai 29,5 persen dari total pagu anggaran. 

Askolani mengatakan, angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Atas dasar itu kondisi ekonomi sejauh ini disebut masih cukup aman dan menunjukan tren positif. 

“Percepatan ini terutama untuk memenuhi belanja pokok pemerintah daerah, seperti belanja pegawai dan kebutuhan operasional,” kata Askolani.

Askolani menjelaskan bahwa dana transfer daerah itu juga diarahkan pemerintah untuk mendukung pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan. 

Askolani menambahkan, sebagai penguatan keuangan, pemerintah, juga mengombinasikan transfer ke daerah dengan belanja pemerintah pusat memperkuat pembangunan daerah melalui program nasional.

“Sinergi antara transfer ke daerah dan belanja pusat menjadi kunci dalam mendorong pembangunan yang merata,” pungkasnya.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *