PravadaNews – Aktris Indonesia, Prilly Latuconsina kembali memilih film dengan isu sosial melalui Memburu Pemangsa yang mengangkat persoalan kekerasan terhadap anak.
Pilihan Prilly terhadap film bertema sosial hadir ketika isu perlindungan anak masih menjadi pembahasan publik.
Dalam film itu, Prilly berperan sebagai salah satu jurnalis bernama Cia yang terlibat dalam penyelidikan kasus kekerasan anak. Peran ini membuat Prilly membawa perhatian terhadap persoalan komunikasi, kepedulian, dan respons masyarakat terhadap korban.
Persoalan kekerasan anak, jelasnya, berkaitan dengan bagaimana lingkungan memberikan respons setelah mengetahui kasus tersebut.
“Saya melihat isu kekerasan seksual pada anak yang terjadi di Indonesia bukan karena pemberitaan minim, informasi sudah banyak tapi kita juga perlu melihat ada budaya diam. Di beberapa lingkungan, seperti di rumah, atau ketika kita membaca informasi tersebut kita bingung harus melakukan apa sehingga itu dibiarkan saja. Jadi viral sehari, dua hari, tidak ada penanganan yang tepat. Padahal harus ada aksi, ketika ada berita-berita tersebut,” ujar Prilly di XXI Epicentrum Mall, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, film dengan isu sosial dapat menjadi salah satu medium untuk memperluas pembahasan mengenai persoalan yang terjadi di masyarakat. Selain itu, karya ini juga membawa pesan mengenai pentingnya tindakan setelah muncul informasi terkait kekerasan.
Melalui film tersebut, Prilly berharap penonton juga memahami pentingnya memberikan respons yang tepat.
“Isu ini perlu bantuan kita semua untuk bersuara dan memberikan respons yang tepat,” tegas Aktris itu.
Sementara itu, produser sekaligus sutradara Memburu Pemangsa Umay Shahab mengatakan film itu dibuat dengan membawa isu kekerasan terhadap anak.
“Film ini membawa isu yang penting, tentang kejahatan pada anak yang angkanya hingga saat ini juga masih sangat tinggi. Semoga film Memburu Pemangsa juga bisa memberi dampak pada isu yang sangat penting untuk terus kita bicarakan,” ujar Umay dalam kesempatan yang sama.
Umay mengungkapkan, pendekatan cerita dalam film ini dikemas melalui genre horror-crime-action agar isu sosial dapat disampaikan dengan pengalaman sinematik berbeda. Diketahui, film tersebut menampilkan perjalanan empat jurnalis perempuan yang menghadapi kasus predator anak dalam proses penyelidikan.
Adapun Film itu dibintangi Laura Basuki (Agnes) selaku pemimpin redaksi, bersama tiga jurnalis Prilly Latuconsina (Cia), Taskya Namya (Brina), Yasamin Jasem (Anya), hingga Andi Mashadi (Petra) sebagai polisi yang menyelidiki kasus ini.














