PravadaNews – Mimpi yang sama dan terus berulang dapat menimbulkan kekhawatiran, terutama ketika mengganggu tidur seseorang. Kondisi yang kerap dianggap sekadar bunga tidur itu secara medis dapat berkaitan dengan tekanan psikologis.
Sebagai informasi, mimpi muncul ketika otak tetap aktif selama tubuh beristirahat. Isinya dapat dipengaruhi pengalaman hingga tahapan tidur.
Alodokter menjelaskan, mimpi berulang belum tentu menandakan gangguan kesehatan.
“Mimpi dapat berkaitan dengan aktivitas elektrik otak saat tidur dan dipengaruhi dari pengalaman visual sebelumnya ataupun terkait dengan kondisi psikis yang menekan alam bawah sadar, sehingga dapat tergambarkan ke dalam mimpi,” jelas Alodokter dalam laman resminya, Selasa (14/7/2026).
Pengulangan mimpi dapat berkaitan dengan cara otak mengolah tekanan emosional. Namun, isi mimpi tidak cukup untuk menentukan gangguan tertentu.
Mimpi buruk yang terus muncul dapat mengarah pada gangguan mimpi buruk atau nightmare disorder. Gangguan ini dapat menurunkan produktivitas dan memengaruhi hubungan sosial.
Selain itu, mimpi yang berlapis juga dapat terjadi melalui bangun palsu atau false awakening. Seseorang merasa sudah terbangun, padahal masih berada dalam kondisi tidur.
Adapun bangun palsu sering berkaitan dengan fase rapid eye movement (REM). Pada fase ini, mimpi terasa nyata sementara otot tubuh tidak aktif.
Kesadaran yang muncul sebelum tubuh kembali aktif dapat memicu kelumpuhan tidur atau sleep paralysis. Penderitanya dapat membuka mata, tapi sulit bergerak atau berbicara.
Senada dengan itu, National Health Service (NHS) Inggris menyebut, pengalaman baru dan peristiwa masa lalu dapat terbawa ke dalam mimpi. Pengalaman emosional juga dapat muncul kembali dalam pola serupa.
“Nightmares are bad dreams you wake up from and can remember,” tulis NHS dalam panduan gangguan tidur. Artinya, mimpi buruk masih dapat diingat setelah seseorang terbangun.
Hal itu berbeda dari teror malam yang umumnya tidak disadari sepenuhnya. Kejadiannya juga sering tidak diingat pada pagi hari.
Mimpi berulang dapat semakin sering ketika tidur terputus atau tekanan emosional meningkat. Jadwal tidur yang teratur dapat membantu memperbaiki kualitas istirahat.
Dalam hal ini, pemeriksaan dokter diperlukan apabila mimpi berulang menimbulkan ketakutan maupun kelelahan. Evaluasi medis dapat membantu menemukan kondisi psikologis yang mendasarinya.















