PravadaNews – Perum BULOG menetapkan harga jagung pakan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar Rp 5.000 per kilogram (kg) di gudang BULOG. Sementara itu, harga jagung hingga tingkat peternak ditetapkan maksimal Rp 5.500 per kg.
Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, harga tersebut disesuaikan dengan peternak mikro agar bahan baku pakan bisa terjangkau. Penyalurannya dilakukan melalui koperasi atau kelompok peternak yang memenuhi persyaratan.
Maka dari itu, untuk mengupayakan hal tersebut, BULOG pun pengiriman 10.000 ton jagung dari Sulawesi Selatan menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur
“Peninjauan ini untuk memastikan bahwa pergeseran jagung SPHP bagi kebutuhan pakan ternak, khususnya peternak mikro di Pulau Jawa, benar-benar berjalan dan dapat dikirim secepatnya,” ujar Ahmad Rizal dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2026).
Pengiriman tersebut pun ditinjau langsung oleh Ahmad Rizal di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (22/10/2026). Saat peninjauan, sebanyak 8.214 ton jagung telah dimuat ke kapal dari total kapasitas 10.000 ton.
“Kami ingin memastikan distribusinya berjalan cepat agar kebutuhan peternak dapat segera terpenuhi,” kata Ahmad Rizal.
Selain dari Sulawesi Selatan, BULOG juga mempersiapkan pengiriman sekitar 15.000 ton jagung dari Gorontalo. Sementara itu, mobilisasi sekitar 8.000 ton jagung dari Nusa Tenggara Barat (NTB) terus dilakukan melalui jalur laut maupun darat.
Secara keseluruhan, sekitar 33.000 ton jagung dimobilisasi dari ketiga wilayah tersebut untuk memperkuat pasokan pakan bagi peternak mikro di Pulau Jawa.
Ahmad Rizal menjelaskan, peningkatan kebutuhan jagung pakan berkaitan dengan tingginya permintaan telur dan daging ayam, termasuk untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah telah menetapkan tambahan penugasan SPHP jagung tahap kedua sebanyak 150.000 ton. BULOG pun terus mengoptimalkan distribusi dari daerah sentra produksi menuju wilayah yang membutuhkan.
Di sisi lain, BULOG memastikan pengiriman jagung dari Sulawesi Selatan tetap mempertimbangkan ketersediaan pasokan di daerah asal.
Berdasarkan laporan saat peninjauan, stok jagung di Sulawesi Selatan tercatat sekitar 18.000 ton, dengan potensi tambahan pasokan dari panen berikutnya pada November 2026.














