Direktur Riset Bidang Keuangan dan Ekonomi Digital Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Etika Karyani. (Foto: Dok. Pribadi)

Beranda / Ekonomi / Bunga Tinggi Persempit Margin Bank Kecil?

Bunga Tinggi Persempit Margin Bank Kecil?

PravadaNews – Pertumbuhan kredit belum sepenuhnya memberikan keuntungan lebih besar bagi perbankan. Sebab, biaya dalam menghimpun dana turut meningkat di tengah suku bunga yang tinggi.

Tekanan itu terlihat dari margin bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM) industri perbankan yang turun menjadi 4,34% pada Juni 2026, dari 4,48% pada periode yang sama tahun lalu.

“Bank yang paling besar merasakan tekanan terhadap Net Interest Margin adalah bank-bank kecil,” jelas Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Etika Karyani, dikutip Kamis (13/8).

Etika menjelaskan, kenaikan bunga lebih cepat mendorong biaya dana yang harus ditanggung bank, sementara bunga kredit tidak dapat langsung disesuaikan mengikuti kenaikan tersebut.

Bank masih harus mempertimbangkan kemampuan debitur dan risiko kredit sebelum menaikkan bunga pinjaman.

“Bank-bank jumbo cenderung tidak terlalu terdampak karena masih memiliki CASA atau dana murah,” lanjut Ekonom itu.

Current Account Savings Account (CASA) dikenal sebagai dana murah yang berasal dari giro dan tabungan. Sumber dana ini membuat bank besar memiliki ruang lebih luas untuk menahan kenaikan biaya pendanaan.

Kondisinya berbeda bagi bank kecil yang lebih banyak bergantung pada sumber dana berbiaya tinggi sehingga marginnya lebih mudah tertekan ketika suku bunga bertahan tinggi.

Tekanan tersebut terjadi ketika penyaluran kredit justru terus meningkat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan tumbuh 12,67% secara tahunan menjadi sekitar Rp9.081 triliun pada Juni 2026.

Pertumbuhan kredit itu lebih cepat dibandingkan penghimpunan dana masyarakat yang tumbuh 10,21% pada periode yang sama.

Meski demikian, kualitas kredit masih relatif terjaga. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) secara gross berada di level 2,09%.

Situasi ini berlangsung ketika Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate atau suku bunga acuannya sebesar 5,75% pada Juli 2026.

Bagi bank kecil, kemampuan memperoleh dana murah menjadi semakin penting untuk menjaga margin ketika kredit tetap tumbuh tetapi biaya penghimpunan dana belum banyak mereda.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *