PravadaNews – Danantara tak mau gegabah menggelontorkan investasi di pasar saham! Lembaga pengelola investasi tersebut memilih bergerak secara bertahap dengan menimbang fundamental perusahaan, sinyal teknikal, hingga persepsi pasar sebelum mengambil keputusan.
CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani menegaskan, setiap langkah investasi harus didahului analisis menyeluruh untuk memastikan saham yang dibidik memiliki prospek menarik.
Hasil analisis tersebut menjadi pertimbangan Danantara sebelum memutuskan masuk ke pasar saham.
“Kami masuk ke saham-saham yang tentunya sudah dianalisa secara fundamental,” ujar Rosan di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Selain itu, Danantara juga mempertimbangkan analisis teknikal dan persepsi pasar sebelum menentukan langkah investasi.
Berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut, Danantara memilih masuk ke pasar saham secara bertahap.
Sebelumnya Rosan menyampaikan koreksi pasar saham dapat menjadi peluang investasi jangka panjang.
Terutama pada saham-saham BUMN yang memiliki valuasi menarik dan fundamental bisnis kuat.
Sejumlah sektor yang menjadi perhatian Danantara antara lain perbankan, infrastruktur, dan telekomunikasi.
Beberapa BUMN yang tercatat di bursa misalnya Bank Mandiri, Bank BRI, Jasa Marga, Waskita Karya, dan Telkom Indonesia.
Menurut Rosan, pelemahan harga saham tidak selalu mencerminkan kondisi fundamental perusahaan.
“Karena itu, kami tetap mempertimbangkan berbagai indikator sebelum mengambil keputusan investasi di tengah dinamika pasar modal,” ujar Rosan.














