PravadaNews – Dialog Iran dan Amerika Serikat membuka peluang pemulihan arus minyak melalui Teluk Persia setelah pembicaraan berlangsung di Swiss. Jalur diplomasi itu menandai pergeseran tekanan kawasan dari konflik keamanan menuju kebijakan energi lintas negara.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menempatkan perundingan sebagai instrumen untuk menjaga hak sah dan kepentingan nasional Teheran. Sikap tersebut disampaikan ketika negosiasi mediasi dengan Washington berjalan dalam kerangka waktu 60 hari menuju kesepakatan akhir.
“Iran tidak takut membela hak-hak sahnya,” kata Pezeshkian melansir kantor berita IRNA, dikutip Senin (22/6/2026).
Pezeshkian menyebut jalur diplomasi tetap sejalan dengan posisi Iran dalam mempertahankan hak nasional dan kepentingan strategis. Kepala pemerintahan Teheran juga menilai perang tidak perlu diperpanjang ketika tujuan politik masih dapat dicapai melalui meja perundingan.
Dalam forum kabinet, Pezeshkian menyoroti persatuan nasional setelah perang disebut sebagai agresi Amerika Serikat dan Israel.
“Perkembangan besar dan luar biasa yang kita saksikan hari ini adalah hasil dari koordinasi dan solidaritas yang belum pernah terjadi sebelumnya di antara semua sektor politik, eksekutif, militer, keamanan, dan peradilan di negara ini,” ujar Pezeshkian.
Dari mandat politik itu, pembicaraan Swiss bergerak ke jalur teknis yang menyentuh ekspor energi dan akses pelayaran. Perundingan tidak hanya membahas keamanan kawasan, tetapi juga pencabutan sanksi minyak dan pengecualian terkait ekspor Iran.
Sementara itu, Direktur Pelaksana Perusahaan Minyak Nasional Iran atau National Iranian Oil Company (NIOC), Hamid Bovard, mengatakan pencabutan sanksi minyak masuk dalam pembicaraan segi empat di Swiss.
“Dalam beberapa hari terakhir, hampir setengah dari ekspor minyak bulanan negara telah dikirim ke luar negeri. Dengan implementasi penuh memorandum tersebut, ekspor akan terus berlanjut dengan kapasitas penuh,” ujar Bovard di Burgenstock, Swiss.
Bovard menyebut kapal-kapal Iran telah melewati garis pembatas yang sebelumnya menahan arus pengiriman minyak menuju negara tujuan. Pejabat minyak Iran itu juga menyatakan blokade angkatan laut telah dicabut sehingga ekspor kembali bergerak melalui Teluk Persia.
Seperti diketahui, ketegangan Iran dan Amerika Serikat selama ini selain menimbulkan persatuan nasional Iran yang kuat juga ikut menekan ruang ekspor minyak Teheran melalui Teluk Persia. Karena itu, pembicaraan di Swiss menjadi penting untuk melihat apakah diplomasi mampu membuka kembali arus minyak tanpa memperpanjang tekanan keamanan kawasan.















