DKPP resmi mengumumkan pemenang Lomba Video Kreatif dan Lomba Karya Tulis Jurnalistik dalam rangkaian Festival Etik 2026 di Gedung DKPP, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026. (Foto: Gibran/PravadaNews)

Beranda / Politik / DKPP Dorong Penguatan Lembaga Lewat Karya Jurnalistik 

DKPP Dorong Penguatan Lembaga Lewat Karya Jurnalistik 

PravadaNews – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mengumumkan pemenang Lomba Video Kreatif dan Lomba Karya Tulis Jurnalistik dalam rangkaian Festival Etik 2026 di Gedung DKPP, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

Festival tersebut digelar untuk memperingati hari ulang tahun ke-14 DKPP pada 12 Juni 2026 itu diikuti 217 peserta.

Sebanyak 130 peserta mengikuti kategori video kreatif, sedangkan 87 peserta berkompetisi pada kategori karya tulis jurnalistik.

Peserta berasal dari kalangan jurnalis profesional maupun jurnalis mahasiswa dengan total sebanyak 217 peserta.

Anggota DKPP Ratna Dewi Pettalolo mengatakan, Festival Etik merupakan kegiatan pertama yang diselenggarakan oleh DKPP dalam momentum perayaan ulang tahun lembaga tersebut.

Dewi menuturkan kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan etika kepemiluan sekaligus bentuk pertanggungjawaban publik DKPP menjalankan fungsi penegakan kode etik penyelenggara pemilu.

“Sebagai pimpinan kami mengapresiasi kegiatan festival etik ini. Ini ide baru ya, yang selama DKPP berdiri baru kali ini dilaksanakan dalam rangka menyambut 14 tahun kehadiran DKPP sebagai bagian dari penyelenggara pemilu di Indonesia,” kata Ratna Dewi dalam sambutannya di Gedung DKPP, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga: Menanti Kebijaksanaan Kemendag dalam Rencana Kenaikan HET Minyakita

Ratna menilai kegiatan semacam itu penting untuk menunjukkan kehadiran lembaga penyelenggara pemilu, termasuk pada masa di luar tahapan pemilu.

Dewi berpendapat bahwa upaya menjaga kualitas demokrasi tidak hanya dilakukan pada saat pemilu berlangsung, tetapi juga pada periode antar tahapan.

Dewi juga menyoroti tingginya partisipasi generasi muda dalam Festival Etik 2026. Sebagian besar peserta, kata Ratna, merupakan jurnalis muda dan mahasiswa.

“Jadi kegiatan-kegiatan seperti ini dan tanggung jawab moral kita sebagai penyelenggara pemilu itu tidak hanya hadir ketika tahapan itu dilaksanakan,” ujar Dewi

“Tapi bagaimana di masa non tahapan lembaga penyelenggara pemilu termasuk DKPP itu terlihat selalu hadir dan bisa memastikan bahwa pemilu di negeri yang kita cintai ini berjalan dengan baik,” sambung Dewi.

Dewi menekankan, keterlibatan kelompok peserta itu diharapkan dapat memberikan masukan dan perbaikan kualitas Pemilu 2029,
melalui karya video dan tulisan jurnalistik.

Termasuk, lanjut Dewi, dalam pengawasan terhadap praktik politik uang, penyalahgunaan kewenangan, maupun persoalan pergeseran suara.

Menurut Dewi, esensi Festival Etik itu diharapkan dapat melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ruang demokrasi dan kedaulatan rakyat.

“Pemilu yang kita harapkan, pemilu yang jujur dan adil itu bisa kita wujudkan secara bersama-sama,” tegas Dewi.

Dewi menegaskan bahwa prinsip kedaulatan rakyat harus tetap dijaga tidak hanya selama proses pemilu berlangsung, tetapi juga hingga pemerintahan hasil pemilu terbentuk.

Dewi menambahkan, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka untuk memberikan ruang edukasi dan aspirasi dari masyarakat yang berkaitan dengan kepemiluan.

“Intinya, kegiatan ini juga ingin melibatkan banyak pihak untuk memastikan daulat rakyat itu benar-benar kita jaga, bukan hanya saat proses pemilu itu dilakukan, tapi bagaimana sampai ketika pemerintahan itu terbentuk, daulat rakyat itu tetap menjadi hal yang dikedepankan,” paparnya.

“Sehingga kita semua punya manfaat dan menerima manfaat dari proses pemilu yang jujur dan adil, dan DKPP akan semakin kuat dan semakin eksis menjadi benteng terakhir untuk menjaga hal-hal tersebut,” pungkasnya

Sementara itu, pemenang juara 1 karya video kreatif Talitha Libna Zalianti mengaku sangat senang dapat menjadi peserta Festival Etik
yang diselenggarakan oleh DKPP tersebut.

Talitha berharap, DKPP sebagai lembaga etik dapat menjalankan tugasnya secara profesional untuk menjaga ruang demokrasi dalam proses penyelenggaraan pemilu di Indonesia.

Talitha menambahkan, dukungan penguatan DKPP secara lembaga harus dilakukan dalam rangka mencegah dan menindaktegas pelanggaran etik penyelenggara pemilu di Indonesia.

“Semoga DKPP bisa semakin kuat secara kelembagaan dan festival ini terus berlanjut setiap tahun nya,” tandasnya.

Pada kategori Karya Tulis Jurnalistik, juara pertama diraih Iqbal Basyari dari Kompas. Posisi kedua ditempati Muhammad Rizki dari Kaltim Pos, sedangkan juara ketiga diraih Sapriadi dari kabarwajo.id.

Sementara itu, juara pertama kategori Video Kreatif diraih oleh tim asal Jakarta Selatan yang beranggotakan Mikaila, Nadya Ash Shafwah, Talitha Libna Zalianti, Pandu Aji Bimantoro, dan Syahril Ardiansyah.

Juara kedua diraih tim asal Padang, Sumatera Barat, yang terdiri atas Nola Ernafia, Bima Prasetya, Atfriandi, Taufiq Hidayat, dan Aulia Rahman. Adapun juara ketiga diraih Farrel Indra Pratama dari Lamongan.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *