Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin ingatkan Presiden Prabowo Pentingnya Kalkulasi Matang untuk jadi juru damai konflik AS dan Israel melawan Iran. (Foto: emedia.dpr.go.id)

Beranda / Politik / DPR Minta Diplomasi Damai Dikaji Lagi

DPR Minta Diplomasi Damai Dikaji Lagi

PravadaNews – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menyoroti langkah dari Presiden RI Prabowo Subianto yang mempromosikan diri menjadi fasilitator atau juru bicara untuk perdamaian antara Amerika Serikat, Israel dan Iran.

Dalam keterangannya, sosok pria yang akrab disapa TB Hasan itu menilai Prabowo Subianto untuk membuka ruang dialog dengan Teheran sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.

Menurut TB Hasan inisiatif dari Prabowo tersebut mencerminkan komitmen Indonesia terhadap politik luar negeri bebas aktif serta amanat konstitusi dalam menjaga perdamaian dunia.

Baca juga: Kutuk Keras Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Komisi I: Sanksi Tegas Israel-AS

“Niat Presiden menjadi fasilitator konflik ke Teheran sudah sesuai dengan prinsip bebas aktif dalam menjaga perdamaian dunia sebagaimana diamanatkan konstitusi,” kata Hasanuddin, dikutip Senin (2/3/2026).

Kendati begitu, TB Hasan juga mengingatkan bahwa langkah diplomasi tingkat tinggi semacam ini tetap memerlukan perhitungan yang matang agar tak merugikan dari niat baik itu sendiri.

Adapun yang harus diperhatikan yakni mengenai penerimaan dari para pihak yang tengah berkonflik.

“Akan tetapi, niatan tersebut juga membutuhkan kalkulasi yang matang,”tutur TB Hasan.

Disisi lain, TB Hasan menilai keberhasilan mediasi sangat ditentukan oleh kepercayaan kedua belah pihak terhadap mediator.

Ia mengingatkan agar Indonesia memastikan posisi dalam langkah itu tetap dipersepsikan netral di mata semua pihak.

Sementara, keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden AS Donal Trump bisa menjadi perhatian yang cukup tendensius terhadap langkah atas persepsi tersebut.

TB Hasan mendorong pemerintah agar lebih dulu memperkuat celah komunikasi diplomatik sebelum berinisiatif membangun langkah perdamaian yang dibawa Presiden dapat diterima secara luas dan efektif.

Dengan pendekatan yang tepat serta strategi diplomasi yang sangat terukur, tambah TB Hasan Indonesia dinilai tetap memiliki peluang untuk memainkan peran konstruktif dalam meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

“Dengan gerak diplomasi Indonesia yang saat ini dinilai lebih condong ke poros Amerika dan Israel melalui keterlibatan dalam BoP (Board of Peace), sulit rasanya membayangkan Iran bisa menerima dengan mudah,” tutup TB Hasan. (GIB)

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *