Lanskap AEON Mall di Tanjung Barat. (Foto: Dok. AEON Mall Tanjung Barat)

Beranda / Ekonomi / Harga Murah Jadi Pilihan Konsumen

Harga Murah Jadi Pilihan Konsumen

PravadaNews – Konsumen lebih selektif untuk memilih produk dengan harga yang lebih murah ketika berbelanja. Kenaikan harga barang dan jasa membuat mereka lebih memilih untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pilihan itu terlihat pada salah satu pengunjung, yakni Angel (23), yang mendatangi AEON Mall Tanjung Barat bukan untuk membeli pakaian maupun memenuhi kebutuhan bulanan. Angel memilih sushi dari gerai di area supermarket AEON karena harganya dinilai lebih terjangkau.

“Aku lebih milih ke area supermarket aja soalnya disana lebih murah,” ucap Angel saat berbincang dengan PravadaNews di AEON Mall Tanjung Barat, Minggu (12/7/2026).

Baca Juga: HET Minyakita Hanya Isapan Jempol

Harga bukan satu-satunya pertimbangan Angel saat membeli makanan. Dirinya juga memperhatikan waktu pemberian diskon.

“Biasanya sengaja muter-muter dulu atau nongkrong, nunggu sampai jam sembilan malam biar dapat diskon sushi di storenya. Itu kan lumayan banget, bisa diskon 50 sampai 70 persen kalau ada,” ujar Angel.

Sebelumnya, perubahan cara belanja ini dirasakan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) ketika keramaian mal belum menghasilkan pertumbuhan penjualan secara merata. Transaksi belum meningkatkan pembelian produk nonpangan.

Perubahan kemampuan belanja juga tercermin dalam Survei Konsumen Bank Indonesia (BI). Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun dari 120,9 pada Mei menjadi 117,8 pada Juni 2026, meski masih berada dalam tingkat optimistis.

Penilaian konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini turut melemah. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini turun dari 112,2 menjadi 109,2, termasuk pada komponen penghasilan dan pembelian barang tahan lama.

Tekanan konsumsi tersebut menjadi perhatian Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Andry Satrio Nugroho.

“Kondisi daya beli masyarakat saat ini kian ‘letih’, yang ditandai dengan penurunan konsumsi bahkan pada kelompok kebutuhan pokok seperti makanan dan minuman,” kata Andry dalam keterangannya, dikutip Senin (13/7).

Ekonom itu mendorong pemerintah mengarahkan belanja negara ke sektor produktif agar industri bergerak. Dukungan fiskal bagi kelas menengah juga dinilai perlu untuk menjaga konsumsi dan mencegah mereka menjadi semakin rentan.

Dalam hal ini, pemulihan pendapatan dan stabilitas harga diperlukan agar keramaian pusat perbelanjaan kembali mendorong penjualan yang lebih merata.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *