PravadaNews – Pengawasan pembelajaran siswa Sekolah Rakyat menjadi sorotan pengamat politik Hendri Satrio setelah Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengunjungi asrama sekolah di Kabupaten Bekasi pada Minggu (25/10/2026) malam.
Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI yang akrab disapa Hensa ini meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) lebih aktif memantau kegiatan belajar siswa.
Menurut Hensa, penyediaan kurikulum dan guru perlu diikuti pemeriksaan terhadap perkembangan kemampuan siswa.
“Yang perlu dicek juga anak-anaknya makin pintar atau nggak. Kalau Seskab saja bisa datang ngecek kamar, Kemendikdasmen mestinya rajin ngecek kelasnya,” ucap Hensa kepada wartawan, Rabu (28/10).
Dalam pelaksanaannya, Kementerian Sosial (Kemensos) mengelola Sekolah Rakyat, sedangkan Kemendikdasmen berperan dalam penyediaan kurikulum dan guru. Karena itu, Hensa mendorong keterlibatan Kemendikdasmen dalam pemantauan kegiatan belajar di kelas.
Dorongan tersebut muncul setelah Teddy meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi tanpa pemberitahuan sebelumnya. Dalam kunjungan ini, Teddy melihat kondisi asrama dan berinteraksi dengan siswa menjelang waktu istirahat.
Hensa menilai, kunjungan itu menunjukkan upaya memeriksa langsung pelaksanaan program Presiden Prabowo Subianto. Namun, Hensa mengingatkan pengawasan program pemerintah tidak boleh hanya bergantung pada kunjungan pejabat Istana.
Bagi Hensa, kementerian terkait harus menjalankan pengawasan secara rutin tanpa menunggu kedatangan Seskab. Hal tersebut dinilai penting mengingat Sekolah Rakyat telah tersebar di berbagai daerah.
Berdadarkan catatan Sekretariat Kabinet pada Selasa (27/10), sebanyak 265 Sekolah Rakyat telah selesai dibangun di 131 kabupaten/kota. Perlu diketahui juga Peraturan Menteri Sosial Nomor 9 Tahun 2026 tentang Kurikulum pada Sekolah Rakyat mengatur pemantauan kurikulum setiap triwulan dan evaluasi paling sedikit setiap semester.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya peran pengawas sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) di Surabaya, Senin (12/10).
“Berbagai kebijakan pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan harus terlaksana, pengawas sekolah harus jadi pengawas yang hadir,” kata Abdul Mu’ti sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemendikdasmen.
Abdul Mu’ti juga mendorong peningkatan kompetensi pengawas agar mampu mendampingi guru dan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain itu, pengawas diharapkan membantu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.













