Beranda / Nasional / Indonesia Tawarkan 32 Proyek Infrastruktur ke Investor Jepang

Indonesia Tawarkan 32 Proyek Infrastruktur ke Investor Jepang

Pravadanews – Pemerintah Indonesia menawarkan 32 proyek investasi strategis di sektor infrastruktur kepada investor Jepang. Proyek tersebut berasal dari sembilan badan usaha milik negara (BUMN) dan badan usaha milik daerah (BUMD).

Adapun 32 proyek yang ditawarkan mencakup sejumlah sektor, mulai dari jalan dan jalan tol, pengembangan kawasan hunian atau housing and township development, properti komersial, perkeretaapian dan Transit-Oriented Development (TOD), hingga pelabuhan dan logistik serta fasilitas fabrikasi baja.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan mengatakan, cara tersebut dilakukan untuk mendorong investasi produktif dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

“Fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pada semester I tahun 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen, inflasi terkendali pada 3,34 persen (year-on-year), dan realisasi investasi telah melampaui Rp1.010 triliun,” kata Ferry dalam keterangannya, dikutip Sabtu (5/9/2026).

Menurut Ferry, kepercayaan investor terhadap Indonesia juga tercermin dari peringkat utang Indonesia yang dipertahankan S&P Global Ratings pada level BBB dengan stable outlook.

Selain itu, berdasarkan Survei JETRO FY2025, sebanyak 69,1 persen perusahaan Jepang di Indonesia memperkirakan akan membukukan laba operasi.

Pemerintah menilai investasi produktif dibutuhkan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029. Investasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, mempercepat transfer teknologi, sekaligus menciptakan lapangan kerja berkualitas.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah BUMN dan BUMD hadir menawarkan proyek, antara lain PT KAI, PT Pelindo, PT Hutama Karya, PT Jasa Marga, PT Wijaya Karya, PT Waskita Toll Road, dan PT MRT Jakarta. PT PP dan Perumnas juga menyampaikan project showcase secara daring.

Sementara itu, lebih dari 50 perwakilan dari sekitar 36 perusahaan, calon investor, lembaga keuangan, dan institusi Jepang menghadiri forum tersebut. Beberapa di antaranya yakni Sumitomo Corporation, Toyota Tsusho, Mizuho Bank, Tokyu JR East, SMBC, dan Penta Ocean.

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Tokyo DCM, Maria Renata Hutagalung menyampaikan, Indonesia dan Jepang telah menjalin hubungan kerja sama selama sekitar tujuh dekade. Jepang disebut menjadi salah satu mitra yang konsisten dalam mendukung pembangunan Indonesia, termasuk melalui proyek MRT Jakarta dan Pelabuhan Patimban.

Melalui forum dan business matching tersebut, pemerintah berharap penjajakan antara pemilik proyek Indonesia dan calon investor Jepang dapat berlanjut ke tahap kerja sama yang lebih konkret, termasuk investasi, pengembangan kapasitas, serta transfer pengetahuan dan teknologi.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *