PravadaNews – Indonesia New Media Forum (INMF) menegaskan tidak ada bentuk komitmen atau kesepakatan apapun antara forum dengan pihak Badan Komunikasi (Bakom) Presiden sebagaimana yang berkembang dalam sejumlah pemberitaan belakangan ini.
Adapun klarifikasi itu muncul usai ramai pernyataan Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan (Bakom) RI, M. Qodari, yang telah mengklaim resmi membangun kerjasama dengan sejumlah akun media sosial atau homeless media.
Dalam keterangan tertulisnya, INMF menyatakan bahwa sejumlah pengelola media baru atau new media yang hadir dalam kegiatan pertemuan dengan Bakom datang mewakili media masing-masing, bukan secara resmi atas nama organisasi.
“Beberapa pengelola new media yang menghadiri pertemuan dengan Bakom mewakili media masing-masing, bukan secara resmi mengatasnamakan INMF,” tulis INMF.
Menurut INMF, pertemuan tersebut membahas fenomena kemunculan new media atau yang saat ini juga kerap disebut homeless media.
Diskusi hanya mencakup terkait proses produksi informasi yang dijalankan media-media baru hingga tantangan yang dihadapi dalam praktik jurnalistik digital.
Forum itu menegaskan tidak ada pembicaraan mengenai arahan editorial, koordinasi media, maupun kerja sama formal dalam bentuk apa pun dengan Bakom.
“Sehingga sama sekali tidak ada pembicaraan mengenai arahan editorial, bentuk koordinasi media, maupun kerja sama formal dalam bentuk apa pun,” demikian pernyataan INMF.
INMF juga mencatat sejumlah bagian dalam pemberitaan awal mengenai forum tersebut telah mengalami revisi dan penyesuaian oleh media terkait.
Organisasi itu mengapresiasi langkah koreksi tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga akurasi dan keberimbangan informasi di ruang publik.
Meski demikian, INMF mengaku sangat menyayangkan penyebutan sejumlah media dalam konferensi pers yang berimbas menimbulkan kesalahpahaman media-media tersebut telah menjadi mitra Bakom.
“Mengenai daftar media yang beredar di publik, itu bukan daftar anggota INMF,” tulis organisasi tersebut.
INMF menjelaskan daftar itu hanya berupa pemetaan ekosistem industri dan media sosial yang sempat digunakan dalam proses diskusi internal.
Saat ini, INMF menyatakan tengah memperkuat tata kelola internal sebagai bagian dari komitmen membangun forum yang akuntabel dan transparan.
Dalam proses tersebut, organisasi itu juga mengaku belum membuka keanggotaan formal di internal maupun menjalin kemitraan resmi dengan pihak mana pun.
“Independensi dan relevansi terhadap kepentingan publik adalah aset utama new media,” tulis INMF.
“Karena itu, INMF berkomitmen untuk terus mendorong ekosistem informasi yang berpihak pada kepentingan publik, menjunjung etika, transparansi, serta menjaga ruang publik yang sehat dan bertanggung jawab,” demikian tulis INMF.
Sementara sejumlah akun dan platform yang disebut dalam pernyataan Kepala Bakom Qodari menyatakan tidak pernah terlibat dalam kerja sama apapun dengan pemerintah maupun menghadiri pertemuan dengan Bakom RI pada Selasa, 6 Mei 2026.
Narasi Newsroom menjadi salah satu pihak yang pertama kali tegas memberikan bantahan. Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Kamis, 7 Mei 2026,
Narasi menyatakan tidak tergabung dalam INMF dan tidak mengetahui adanya agenda kerja sama dengan Bakom.
“Narasi tidak mengetahui, tidak terlibat, dan tidak menghadiri pertemuan maupun jumpa pers terkait INMF dan Bakom,” demikian pernyataan akun @narasinewsroom.
Narasi juga menegaskan bahwa mereka merupakan perusahaan media yang terdaftar dan terverifikasi Dewan Pers.
Mereka menyebut operasional redaksi dijalankan sesuai Kode Etik Jurnalistik.
Bantahan serupa disampaikan akun Bapak2id. Lewat unggahan Instagram, mereka menyatakan tidak tergabung dalam INMF dan mengaku telah terkejut namanya disebut dalam narasi kerja sama dengan pemerintah.
“Kami sama sekali tidak terlibat, kaga hadir dan kaga ngarti soal itu,” tulis akun tersebut.
Sementara itu, akun edukasi finansial @ngomonginuang juga tegas menyatakan tidak pernah menerima undangan ataupun berkomunikasi dengan Bakom RI.
Mereka membantah klaim yang telah menyebut akun tersebut digandeng pemerintah.
“Klaim di berbagai media yang menyatakan bahwa Ngomongin Uang ‘digandeng’ ataupun menjadi ‘mitra’ pemerintah adalah tidak benar,” tulis akun itu di Instagram.
Sementara itu, akun NKSTHI memang mengakui tergabung dalam INMF, tetapi membantah adanya persetujuan kerja sama dengan pemerintah.
NKSTHI tegas menyatakan bahwa forum tersebut tidak pernah sama sekali resmi mendeklarasikan diri sebagai mitra pemerintah.
Dalam pernyataannya di akun X, Kamis, 7 Mei 2026, NKSTHI menyebut pencantuman nama mereka dalam narasi kerja sama telah dilakukan tanpa persetujuan.
Atas dugaan pencatutan nama itu, NKSTHI pun memutuskan keluar dari INMF.
“Per hari ini, Kamis, 7 Mei 2026, NKSTHI memutuskan untuk keluar dari Indonesia New Media Forum,” tulis akun @nksthi.
Big Alpha ID juga mengonfirmasi keterlibatannya dalam INMF, tetapi membantah direkrut Bakom untuk menjalankan program pemerintah.
Menurut mereka, INMF merupakan forum independen yang dibentuk pada Juli 2025 sebagai ruang komunikasi dan kolaborasi media digital.
“Tidak benar bahwa Big Alpha direkrut oleh Bakom untuk menjadi mitra dalam menyampaikan atau menjalankan program-program pemerintah,” tulis Big Alpha ID melalui akun X.
Mereka menegaskan tetap menjaga independensi dalam memproduksi konten berbasis data dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Adapun kanal edukasi Kok Bisa turut membantah keterlibatan dalam pertemuan dengan Bakom RI.
Lewat akun X @kokbisachannel, mereka menyatakan tidak hadir di Istana dan tak menjalin kemitraan apapun sebagai media pendukung pemerintah.
“Dengan ini mimin dan semua tim Kok Bisa mau bilang: kami gak hadir di pertemuan bareng BAKOM RI dan gak ngejalin kemitraan sebagai media pendukung pemerintah,” tulis akun tersebut.















