PravadaNews – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengecam retorika Presiden AS terhadap bangsa Iran.
Araghchi menegaskan bahwa rakyat Iran akan menanggapi bahasa merendahkan Trump tersebut melalui tindakan nyata.
Dalam sebuah unggahan di akun X-nya pada Rabu (8/7) malam, Araghchi menepis retorika Presiden AS terhadap Iran yang disampaikan dalam KTT NATO di Turki.
Baca Juga: Tanggapan Awal Iran Tolak Campur Tangan Washington Usai Serangan AS
Araghchi mengatakan, bangsa Iran tidak akan tinggal diam pernyataan Presiden AS Donald Trump yang merendahkan Teheran.
“Menggunakan bahasa yang merendahkan terhadap bangsa Iran yang beradab dan pemberani tidak akan mengurangi keagungan mereka,” tulis Araghchi dilansir dari Kantor Berita IRNA, dikutip Kamis (9/7/2026).
Araghchi menegaskan, Iran tidak pernah merendahkan bangsa mana pun. Sebab, Iran merupakan bangsa yang santun.
Selain itu, Iran bakal melakukan apapun untuk memjaga martabat dan kedaulatan bangsanya.
“Rakyat Iran dikenal karena kesantunan, budaya, dan nilai-nilai moral yang kuat. Kami tidak membalas kata-kata kasar dengan kata-kata kasar, melainkan dengan tindakan: tanpa rasa takut dan dengan keberanian luar biasa,” ujar diplomat tinggi Iran tersebut.















