PravadaNews – Pemerintah Iran menyatakan Amerika Serikat telah merespons proposal damai yang diajukan Teheran untuk mengakhiri konflik di kawasan. Namun, tanggapan tersebut masih dalam tahap peninjauan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan proposal 14 poin itu difokuskan sepenuhnya pada penghentian perang, tanpa menyentuh isu nuklir.
“Rencana ini secara khusus berfokus pada penghentian perang, dan tidak ada hal apa pun yang berkaitan dengan rincian bidang nuklir di dalamnya,” ujar Baghaei dalam wawancara dengan IRIB TV, dikutip Selasa (5/5/2026).
Baca juga : Iran Kecam Serangan Teroris di Damaskus
Baqhaei menegaskan, pada tahap saat ini Iran memprioritaskan stabilitas kawasan dibandingkan isu lain yang selama ini menjadi sumber ketegangan.
“Kami berfokus pada parameter yang berkaitan dengan penghentian perang di kawasan ini, termasuk Lebanon,” kata Baqhaei.
“Pada tahap ini kami tidak melakukan negosiasi nuklir,” tambah Baqhaei.
Seiring upaya tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi juga mengintensifkan komunikasi diplomatik dengan sejumlah negara.
Dalam percakapan terpisah, Araghchi berdiskusi dengan Menlu Oman Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi dan Menlu Jerman Johann Wadephul mengenai perkembangan terbaru serta inisiatif perdamaian Iran.















