PravadaNews – Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari mengatakan, Angkatan bersenjata Republik Islam Iran melancarkan serangan balasan ke kapal militer AS di Selat Hormuz dan pelabuhan Bandar Chabahar.
Operasi Iran tersebut menimbulkan “kerusakan signifikan” pada kapal-kapal perang Amerika, katanya, melansir dari Press TV, Jumat (8/5/2026).
Juru bicara tersebut memperingatkan AS dan sekutunya yang bahwa Iran akan menghancurkan lawan-lawannya yang setiap tindakan agresi atau pelanggaran.
Baca Juga: Iran Bakal Respons Tegas Serangan AS
Sebelumnya, laporan media mengatakan bahwa angkatan laut dan pasukan rudal Iran telah memberikan respons cepat dan tepat terhadap tindakan agresi AS lainnya di Selat Hormuz, memaksa kapal-kapal Amerika untuk melarikan diri setelah mengalami kerusakan.
Seorang pejabat militer senior Iran mengkonfirmasi kepada IRIB pada Kamis malam bahwa, setelah serangan tanpa provokasi oleh pesawat militer AS terhadap kapal tanker minyak Iran di Teluk Oman, unit-unit musuh yang menyerang di Selat Hormuz mendapat serangan rudal Iran yang hebat.
Pasukan penyerang mengalami serangan langsung dan terpaksa mundur dalam kekacauan.
Hal ini terjadi sehari setelah Presiden AS Donald Trump menangguhkan apa yang disebut ‘Proyek Kebebasan’ setelah hanya 48 jam, yang bertujuan untuk membuka Selat Hormuz.
Ini menandai kemunduran memalukan lainnya dari pihak Amerika dalam beberapa bulan terakhir.














