Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. (Foto: Dok. PressTV)

Beranda / Mancanegara / Iran Tegaskan Negosiasi dengan AS untuk Bela Kepentingan Nasional

Iran Tegaskan Negosiasi dengan AS untuk Bela Kepentingan Nasional

PravadaNews – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menegaskan, negosiasi yang dilakukan Amerika Serikat bukan sebagai tanda menyerah Teheran terhadap Washington.

Pezeshkian mengatakan, negosiasi itu merupakan langkah untuk membela hak-hak dan kepentingan bangsa Iran dari agresi militer AS-Israel.

Pezeshkian bersumpah bahwa Iran tidak akan pernah mundur untuk membela hak-haknya dan kepentingan bangsa Iran.

“Kami tidak akan pernah tunduk kepada musuh,” kata Presiden Iran itu dalam unggahan di akun X-nya pada hari Minggu, melansir Press TV, dikutip Senin (11/5/2026).

Baca Juga: Strategi AS-Israel untuk Lemahkan Industri Inti Iran Gagal!

“Jika ada pembicaraan tentang dialog atau negosiasi, itu bukan berarti menyerah atau mundur, melainkan tujuannya adalah untuk mengamankan hak-hak bangsa Iran dan membela kepentingan nasional,” Presiden Iran.

Pernyataan Presiden Iran itu disampaikan setelah pemerintah Iran memberikan tanggapan atas proposal terbaru yang diajukan Washington untuk mengakhiri agresi militer.

Melansir dari Kantor berita resmi Iran, IRNA, menyebutkan, tanggapan tersebut memperjelas bahwa setiap negosiasi antara Iran dan AS harus pada upaya untuk mengakhiri perang, dan pembahasan mengenai program nuklir Teheran.

Keamanan pelayaran di Teluk Persia adalah masalah lain yang disajikan dalam tanggapan Iran, yang disampaikan pada hari Minggu kepada Pakistan, mediator dalam pembicaraan yang juga menengahi gencatan senjata pada 8 April.

Negosiasi berlangsung di Islamabad tetapi terhenti sebelum mencapai kesepakatan karena tuntutan maksimalis Washington dan desakan pada posisi yang tidak masuk akal.

Sejak saat itu, Iran secara tegas menolak untuk bergabung kembali dalam proses tersebut kecuali AS mencabut blokade ilegal yang telah diberlakukan terhadap kapal dan pelabuhan Iran.

Teheran juga menegaskan bahwa, selama blokade masih berlaku, mereka tidak berniat membuka kembali Selat Hormuz.

Selain melancarkan 100 gelombang operasi pembalasan terhadap aset AS dan Israel di kawasan tersebut, Iran juga menutup Selat Hormuz bagi pelayaran yang terkait dengan agresor dan sekutu mereka, yang menyebabkan harga minyak melonjak.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *