Direktur Utama I.League, Ferry Paulus dan Direktur Kompetisi, Asep Saputra. (Foto: Dok. PravadaNews)

Beranda / Olahraga / Jakmania Dilarang Away Laga Persija hingga Februari 2027

Jakmania Dilarang Away Laga Persija hingga Februari 2027

PravadaNews — Persija Jakarta menerima tiga sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI setelah kericuhan suporter dalam pertandingan melawan Persita Tangerang pada lanjutan Super League 2026/2027. 

Hukuman tersebut mencakup larangan suporter menghadiri laga tandang hingga putaran pertama berakhir serta denda terkait keributan dan pelanggaran di tribune.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menyampaikan keputusan tersebut setelah sidang Komdis PSSI. Kericuhan yang menjadi dasar pemberian sanksi terjadi di tribune Stadion Banten International (BIS), Serang, Sabtu (17/10/2026).

Sanksi pertama berupa larangan bagi suporter Persija untuk mendampingi tim dalam pertandingan tandang selama separuh musim Super League 2026/2027. Dengan hukuman tersebut, pendukung Macan Kemayoran baru bisa kembali hadir pada laga tandang setelah putaran pertama selesai.

Mengacu pada jadwal yang disebutkan, suporter Persija baru dapat mendampingi tim saat menghadapi Java United pada pekan ke-19, 13 Februari 2027. Persija lebih dahulu menjalani pertandingan kandang pada pekan ke-18.

“Khusus Persija, suporter dilarang datang ke pertandingan away selama setengah musim. Jumlah pertandingannya memang ada enam pertandingan, tetapi selama setengah musim ini Persija dilarang menghadirkan suporter di semua pertandingan tandang yang akan dijalani, khusus di Super League,” kata Ferry dikutip Kamis (22/10/2026).

Sanksi kedua berupa denda Rp30 juta yang dijatuhkan kepada Persija terkait kericuhan di tribune penonton. Hukuman ini menjadi bagian dari keputusan disiplin terhadap klub ibu kota tersebut.

Selain itu, Persija juga dikenai denda terkait pelanggaran berupa penyalaan petasan sebanyak tiga kali dan pelemparan satu buah flare. Ferry menyebut total denda yang dibebankan kepada Persija dan suporter terkait pelanggaran tersebut mencapai Rp60 juta.

“Selain itu, Persija juga mendapatkan denda sebesar Rp30 juta dan ada beberapa keputusan denda lain yang dibebankan kepada Persija terkait pelanggaran berupa penyalaan petasan sebanyak tiga kali serta pelemparan satu buah flare. Sehingga suporter Jakmania atau Persija dinyatakan harus membayar denda sebesar Rp60 juta,” ucap Ferry Paulus.

Tak hanya Persija, Persita Tangerang juga menerima hukuman setelah pertandingan tersebut. Sebagai tuan rumah, panitia pelaksana pertandingan dinilai gagal menjalankan tanggung jawab dalam menjaga ketertiban dan keamanan stadion.

“Panitia Pelaksana Pertandingan Persita di kompetisi Super League diputuskan oleh Komdis melakukan pelanggaran berupa kegagalan menjalankan tanggung jawab menjaga ketertiban dan keamanan. Panitia pelaksana dikenakan denda sebesar Rp40 juta,” ujar Ferry.

Persita juga dilarang menghadirkan suporter tandang saat menjamu Persija Jakarta. Sanksi ini diberikan selain denda Rp40 juta kepada panitia pelaksana pertandingan.

“Salah satu poin yang sangat penting adalah Persita, dalam hal ini sebagai tuan rumah, selain mendapatkan sanksi denda secara finansial, juga dilarang menghadirkan suporter away untuk pertandingan melawan Persija Jakarta,” tambah Ferry.

Berikut tiga sanksi yang diterima Persija Jakarta buntut kericuhan melawan Persita:

• Larangan suporter away: Suporter Persija dilarang menghadiri pertandingan tandang selama separuh musim Super League 2026/2027.

• Denda Rp30 juta: Denda terkait kericuhan di tribune penonton.

• Denda Rp60 juta: Denda terkait tiga kali penyalaan petasan dan satu kali pelemparan flare, sebagaimana disampaikan Ferry Paulus.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *