PravadaNews – Jepang menerima pengiriman minyak mentah dari Amerika Serikat di tengah terganggunya jalur pasokan energi global akibat konflik AS-Israel dengan Iran yang memicu penutupan efektif Selat Hormuz.
Perusahaan energi Cosmo Energy Holdings menyebut kapal tanker yang berlabuh di Teluk Tokyo pada Minggu itu membawa sekitar 145.000 kiloliter minyak mentah. Volume tersebut setara dengan sekitar setengah hari konsumsi minyak nasional Jepang.
“Pengiriman ini menjadi salah satu upaya diversifikasi pasokan di tengah ketidakpastian jalur utama,” kata Cosmo Energy dalam keterangannya dikutip Senin (27/4/2026).
Baca juga : Jepang Perketat Verifikasi Usia Medsos
Kapal tersebut tercatat sebagai pengiriman pertama minyak mentah Amerika Serikat ke Jepang sejak meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah pada akhir Februari 2026. Minyak itu berasal dari Texas dan dikirim melalui rute panjang melewati Terusan Panama sebelum tiba di Jepang.
Ketegangan bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran sebelumnya menyebabkan terganggunya jalur pelayaran utama di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi rute penting bagi impor energi Jepang. Lebih dari 90 persen kebutuhan minyak Jepang selama ini bergantung pada pasokan dari Timur Tengah yang melewati selat tersebut.
Pemerintah Jepang bersama perusahaan energi kini mempercepat diversifikasi sumber impor minyak dengan membuka jalur alternatif, termasuk dari Amerika Selatan dan Asia Tengah, guna mengurangi risiko gangguan pasokan di masa mendatang.
Langkah ini dinilai menjadi bagian dari strategi ketahanan energi Jepang di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global















