PravadaNews – Banyak orang menganggap rasa panas di dada atau perih di ulu hati sebagai gangguan pencernaan biasa yang akan hilang dengan sendirinya. Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi tanda asam lambung sedang naik dan tidak boleh diabaikan, terutama jika terjadi berulang atau disertai gejala lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Meski pada umumnya bukan kondisi yang mengancam jiwa, naiknya asam lambung tetap memerlukan perhatian agar tidak berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.
Secara normal, lambung memproduksi asam yang berperan penting dalam proses pencernaan. Cairan bening ini membantu memecah makanan sehingga nutrisi lebih mudah diserap tubuh.
Namun, ketika produksi asam lambung berlebihan atau katup di bagian bawah kerongkongan melemah, cairan asam dapat mengalir kembali ke kerongkongan dan memicu berbagai keluhan, mulai dari sensasi panas di dada (heartburn), nyeri dada, hingga rasa asam atau pahit di mulut.
Kondisi tersebut dikenal sebagai Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau penyakit asam lambung. Karena gejalanya sering dianggap sepele, tidak sedikit orang baru menyadari kondisinya setelah keluhan semakin sering muncul atau bahkan menimbulkan komplikasi.
Oleh karena itu, mengenali ciri-ciri asam lambung naik sejak dini menjadi langkah penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko gangguan yang lebih berat dapat dicegah.
Asam lambung naik rentan terjadi saat seseorang mengalami hernia hiatus atau obesitas. Selain itu, ada beberapa kebiasaan yang bisa meningkatkan risiko munculnya keluhan ini, seperti makan dalam porsi besar, langsung berbaring setelah makan, merokok, dan sering mengonsumsi makanan berlemak, kopi, atau minuman bersoda.
Nah, jika Anda berisiko tinggi terkena GERD, ciri-ciri asam lambung naik penting diketahui. Soalnya, penyakit GERD sering kali disalahartikan sebagai penyakit lain, seperti gangguan jantung, karena gejala utamanya mirip, yaitu nyeri dada. Untuk membedakannya, berikut ini ciri-cirinya.
Salah satu ciri-ciri asam lambung naik adalah munculnya sensasi terbakar di ulu hati (heartburn), yang biasanya memburuk pada malam hari atau saat berbaring dan membungkuk.
Hal ini terjadi karena naiknya asam lambung ke kerongkongan dapat menyebabkan iritasi. Nah, iritasi inilah yang memicu munculnya sensasi panas atau terbakar yang menyebar hingga dada.
Ciri-ciri asam lambung naik sering juga diduga sebagai gejala serangan jantung, apalagi lokasi nyeri keduanya juga serupa. Bedanya, nyeri dada karena serangan jantung biasanya akan menjalar ke bagian tubuh lain, seperti lengan atas, bahu, dan leher. Sementara itu, nyeri dada akibat GERD umumnya hanya berpusat di tulang dada dan ulu hati.
Batuk sebenarnya merupakan refleks alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari zat asing, seperti virus, bakteri, dan debu. Namun, jika batuk yang Anda alami tidak kunjung sembuh meski sudah mengonsumsi obat batuk, konsultasikan ke dokter karena keluhan ini bisa jadi merupakan salah satu ciri-ciri asam lambung naik.
Soalnya, selain kerongkongan, asam lambung juga bisa naik ke tenggorokan dan menyebabkan iritasi. Nah, iritasi inilah yang bisa memicu munculnya batuk kronis atau sakit tenggorokan.
Iritasi kerongkongan akibat naiknya asam lambung juga bisa menimbulkan sensasi mengganjal di tenggorokan. Anda mungkin merasakan ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokan, sehingga sulit untuk menelan makanan (disfagia).
Apabila naik sampai tenggorokan atau mulut, asam lambung akan menghasilkan rasa pahit dan asam yang bisa menyebabkan bau mulut. Ciri-ciri asam lambung naik ini biasanya akan tercium saat Anda bersendawa.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, naiknya asam lambung hingga ke tenggorokan atau mulut dapat menyebabkan timbulnya rasa asam di mulut. Nah, jika disertai dengan batuk dan sendawa, hal tersebut juga terkadang bisa menyebabkan mual dan muntah.
Ciri-ciri asam lambung naik selanjutnya adalah sesak napas. Kondisi ini terjadi karena asam lambung yang naik bisa menyebabkan saluran pernapasan bagian atas dan paru-paru mengalami iritasi dan bengkak. Akibatnya, aliran udara pun menjadi terhambat dan Anda pun kesulitan untuk bernapas.
Selain ciri-ciri asam lambung naik di atas, penderita GERD juga bisa mengalami gangguan tidur dan kambuhnya asma.
Saat ciri-ciri asam lambung naik Anda rasakan, usahakan tidak panik dan jangan buru-buru mengonsumsi obat asam lambung. Anda bisa menerapkan beberapa cara untuk meredakan keluhan akibat asam lambung naik, seperti melonggarkan pakaian, celana, atau ikat pinggang yang dikenakan, lalu menegakkan posisi duduk dan jangan membungkuk.
Selain itu, meninggikan posisi kepala saat berbaring dan juga sering mengonsumsi minuman jahe. Apabila keluhan asam lambung naik tidak kunjung membaik meski telah menerapkan semua cara di atas, cobalah untuk mengonsumsi obat asam lambung yang bisa dibeli bebas di apotek, seperti antasida.
Asam lambung naik pastinya membuat Anda tidak nyaman untuk beraktivitas. Jangankan beraktivitas, duduk diam pun rasanya tersiksa, terlebih jika ciri-ciri asam lambung naik muncul.















