PravadaNews – Akhir pekan ini menjadi waktu yang ditunggu sebagian penggemar K-Pop di Jakarta setelah rangkaian tur internasional kembali masuk ke ibu kota.
KARD akan menggelar konser “DRIFT in Jakarta” di Basket Hall Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Konser tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 19.30 WIB sebagai bagian dari rangkaian tur dunia bertajuk “DRIFT”.
MAS Live selaku promotor menyatakan Jakarta menjadi salah satu kota yang masuk dalam tur dunia KARD tahun ini. Grup campuran asal Korea Selatan itu akan tampil dengan formasi BM, J.seph, SOMIN, dan JIWOO.
“Penantian telah berakhir, Indonesia! KARD akhirnya kembali ke Jakarta untuk DRIFT World Tour mereka,” tulis MAS Live dalam keterangannya, dikutip Jumat (26/6).
Menjelang hari pertunjukan, promotor mengarahkan penggemar untuk mengikuti informasi melalui kanal resmi konser. Kanal itu menjadi rujukan penonton terkait kategori tiket, ketentuan masuk, jadwal acara, dan pembaruan teknis di venue.
Tiket konser KARD tersedia dalam beberapa kategori, mulai dari VIP, CAT 1, CAT 2, CAT 3, hingga CAT 4. Pembagian kategori ini membuat penonton dapat menyesuaikan posisi menonton dengan ketentuan yang disiapkan penyelenggara.
Sebelumnya, KARD pernah tampil di Jakarta pada 2018 dan kembali menyapa penggemar Indonesia melalui KPOP LAND 2022. Namun, “DRIFT in Jakarta” menjadi agenda berbeda karena hadir sebagai konser mandiri dalam rangkaian tur dunia mereka.
Senada dengan itu, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menilai, penyelenggaraan konser musisi internasional menunjukkan daya tarik industri hiburan Indonesia.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyebut konser internasional memperlihatkan kesiapan seni pertunjukan Tanah Air.
“Ekosistem seni pertunjukan Tanah Air kian matang dan berdaya saing global,” ujar Irene dalam keterangannya, Sabtu (6/6).
Lebih lanjut, industri seni pertunjukan memiliki efek pengganda terhadap kegiatan ekonomi di sekitar lokasi acara. Dampak itu dapat menjangkau perhotelan, kuliner, transportasi, pekerja acara, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).















